JAKARTA (Pos Sore) — Perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini juga tidak terlepas dari peran presiden, baik sebagai kepala negara maupun kepala pemerintahan. Sosok presiden merupakan unsur penting dalam dinamika perkembangan negara, sehingga arsip yang terkait dengan sosok presiden ini harus diselamatkan, dilestarikan dan dimanfaatkan.
“Pengelolaan arsip sangat penting. Arsip-arsip tentang presiden sebagai penyelamatan untuk menjaga memori kolektif bangsa terkait dengan Presiden,” kata Kepala ANRI Mustari Irawan, di sela Workshop Penyelamatan Arsip Kepresidenan, di kantor ANRI, Jakarta, Kamis (8/12).
Workshop ini bertujuan merumuskan berbagai solusi dalam rangka menjabarkan Program Arsip Kepresidenan, khususnya menyelamatkan arsip yang terkait dengan aktivitas atau kegiatan presiden. Mulai dari Presiden Sukarno, Presiden Soeharto, Presiden B.J. Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Jokowi.
Sebanyak 50 peserta menghadiri workshop ini. Para peserta berasal dari beberapa kementerian dan lembaga yang pernah dipimpin oleh para Presiden, perguruan tinggi almamater para Presiden termasuk di dalamnya Istana-istana Kepresidenan di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
“Arsip Kepresidenan ini untuk dapat dilestarikan di ANRI dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan kebangsaan, kemasyarakatan, pemerintahan, dan pembangunan,” tambahnya.
Hal itu sejalan dengan salah satu tugas penting yang diemban oleh ANRI sebagai lembaga negara adalah menyelamatkan arsip statis, yakni arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan dari perjalanan negara dan bangsa ini.
Menurutnya, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg RI) memiliki peranan strategis dalam mendukung penyelamatan Arsip Kepresidenan.
“Dalam konteks dukungan stake holder terhadap kesuksesan program Arsip Kepresidenan, Kementerian Sekretariat Negara adalah institusi kunci yang telah lama bekerjasama dengan ANRI”, ujarnya.
Pihaknya menilai tata kelola arsip Setneg RI sudah berjalan sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan lengkapnya seluruh pedoman dan instrumen kearsipan, fasilitas pengelolaan arsip dan penyerahan arsip statis yang teratur setiap tahun.
Mustari menyebutkan, berdasarkan hasil audit kearsipan yang terakhir, Kementerian Sekretariat Negara memperoleh nilai yang terbaik (2 besar terbaik tingkat Kementerian).
“Hal ini dibuktikan dengan lengkapnya seluruh pedoman dan instrumen kearsipan serta fasilitas pengelolaan arsip dan penyerahan arsip statis yang teratur setiap tahunnya,” ungkapnya.
Kepala Biro Tata Usaha Kementerian Sekretariat Negara, Sari Harjanti, yang hadir sebagai narasumber dalam workshop tersebut, mengatakan, Kementerian Sekretariat Negara memiliki empat instrumen yang dipakai dalam melakukan Pengelolaan Arsip.
“Antara lain Tata Naskah Dinas, Klasifikasi Arsip, Akses Arsip, dan Jadwal Referensi Arsip. Keempat Instrumen tersebut sudah memenuhi standar audit kearsipan ANRI,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, dilaksanakan pula serah terima arsip Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang di dalamnya terdapat foto-foto tentang pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2009.
Penyerahan arsip statis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diwakilkan oleh Arief Rahman Hakim selaku Sekretaris Jenderal KPU kepada Kepala ANRI.
Dengan adanya penyerahan arsip tersebut KPU telah memenuhi amanat Undang-Unadang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan sekaligus memberikan warisan yang sangat berharga bagi generasi mendatang tentang penyelenggaraan Pemilu di era reformasi serta mendukung Program Arsip Kepresidenan. (tety)


