10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Kementan Tak Akan Keluarkan Izin Impor Jagung Hingga Akhir Tahun

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pertanian memastikan tidak akan mengeluarkan izin impor jagung lagi kepada para importir yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) sampai akhir tahun.

Menurut Direktur Pakan Ternak Kementerian Pertanian Nasrullah, pasokan jagung dalam negeri mengalami surplus sebesar 174.595 ton pada tahun ini. Srplus jagung ini berasal dari hitungan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 20,66 juta ton yang dapat memenuhi kebutuhan jagung untuk benih 2015 sebanyak 105.000 ton.

“Karenanya, mulai tahun depan, para importir jagung juga diminta membeli jagung dari Bulog, karena hanya Bulog yang berwenang mengimpor,” tandasnya, di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, pengendalian impor jagung tersebut bertujuan menjaga harga jagung di tingkat petani tetap tinggi, mengingat jagung bukan kebutuhan pokok sehingga produksi petani harus dilindungi. Indonesia akan mengimpor jagung jika berdasarkan kebutuhan memang diperlukan, bukan berdasarakan keinginan semata.

Dalam catatan Kementerian Pertanian impor jagung tahun ini di bawah tiga juta ton, sementara realisasi impor pada 2014 mencapai 3,1 juta ton, dan realisasi hingga Oktober 2015 mencapai 2,5 juta ton dari rencana sebelumnya hingga 3,5 juta ton.

Pihaknya meminta GPMT untuk meningkatkan penyerapan jagung lokal daripada harus mengambil jalan pintas dengan mengimpor. Itu lebih baik agar dapat mendongkrak harga jagung di tingkat petani.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat petani jagung panen pada Februari, Maret dan April 2015, harga jagung jatuh ke tingkat terendah sekitar Rp1.000 – Rp 1.500 per kg. Penyebabnya, pada waktu bersamaan ada impor jagung dalam volume yang besar yakni Februari sebesar 328.000 ton, Maret 305.700 ton dan April 310.000 ton.

“Volume impor itu lumayan besar, dibandingkan bulan sesudahnya sekitar 250.000 ton saja,” tandasnya.
Karena itu, impor jagung sampai akhir tahun ini akan diperketat dan tidak akan mencapai 3 juta ton. (tety)

Leave a Comment