22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

Kementan Serahkan Sertifikat ISPO kepada 46 Perusahaan Kelapa Sawit

JAKARTA (Pos Sore) – Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir, menyerahkan 46 sertifikat ISPO (Indonesian Suistainable Palm Oil Certification System) atau Sistem Sertifikasi Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia kepada perusahaan kelapa sawit.

“Tujuan sertifikasi ISPO ini untuk memastikan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan usaha perkebunan kelapa sawit telah menerapkan prinsip dan kriteria ISPO secara benar dan konsisten dalam menghasilkan minyak sawit berkelanjutan,” katanya, di Kementerian Pertanian, Kamis (4/2).

Sejak berlakukan Permentan No. 19/Permentan/OT.140/3/2011, hingga Agustus 2015 telah diberikan 96 sertifikat ISPO dengan total luas areal 1.164.567,04 Ha dan produksi CPO 5.572.801,79 ton/tahun.

Dengan sertifikat ini, perkebunan sawit bisa ikut membimbing petani sawit agar lebih berdaya. Petani sawit yang meraih ISPO akan mudah mendapatkan kucuran kredit dari perbankan.

Kepala Sekretariat Komisi ISPO Herdrajat Natawidjaja mengatakan, bagi petani sawit memang tidak ada kewajiban ISPO. Ini hanya ditujukan ke korporasi. Supaya petani sawit dapat menyesuaikan kriteria ISPO perlunya edukasi.

“Untuk perkebunan kelapa sawit swadaya dan plasma, saat ini pilot project Sustainable Palm Oil Initiative (SPOI) yang kerjasama dengan UNDP di Provinsi Riau, Sumsel dan Kalbar dengan target 10 ribu pekebun,” katanya. (tety)

Leave a Comment