09/05/2026
Aktual

Kementan Kampanyekan ‘Cintai Buah Nusantara’

img_20161127_072959_hdr

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pertanian menggelar kegiatan ‘Cintai Buah Nusantara’ di arena car free day di Jalan Thamrin, samping gedung Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (27/11) pagi, dengan membagi-bagikan 100 ribu butir buah lokal berbagai jenis kepada masyarakat secara gratis.

“Ini merupakan rangkaian bentuk promosi buah nusantara yang dilakukan Kementerian Pertanian. Dari kegiatan ini masyarakat diharapkan dapat mengetahui keberagaman buah tropika nusantara sehingga kecintaan masyarakat terhadap buah nusantara dapat meningkat,” kata Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono.

Ia mengungkapkan, tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia masih cukup rendah dan jauh di bawah rekomendasi FAO yaitu 36 kg per kapita per tahun dari 73 kg per kapita per tahun. Angka tersebut sedikit demi sedikit mulai meningkat seiring banyaknya imbauan untuk mengkonsumsi buah dan kecukupan serat untuk masyarakat.

Menurutnya, buah tropika nusantara mengandung nilai nutrisi yang baik bagi kesehatan. Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi pemasok buah tropis dunia dikarenakan memiliki keragaman plasma nutfah dan kondisi agroklimat yang sesuai untuk pengembangan buah-buahan khususnya buah-buahan tropis.

“Keragaman plasma nutfah ini menjadi kekuatan yang harus kita kembangkan sehingga Indonesia menjadi salah satu produsen buah-buahan yang berdaya saingbaik di pasar dalam negeri dan luar negeri,” ujarnya.

Melalui acara ‘Cintai Buah Nusantara’ ini menjadi momentum kebangkitan Buah Nusantara untuk berdaya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Kementerian Pertanian menyebut produksi buah nasional tahun 2014 sebesar 19.805.977 ton meningkat menjadi20.167.376 ton (naik 1,8%) pada 2015.

Sementara itu, komoditas buah yang berpotensi untuk dikembangkan adalah 22 komoditas yaitu alpukat, belimbing, buah naga, srikaya, durian, jambu air, jambu biji, jeruk, lengkeng, mangga, manggis, markisa, melon, nenas, pepaya, pisang, rambutan, salak, semangka, sirsak, sawo dan stroberi.

“Kebijakan pengembangan buah-buahan diarahkan pada komoditas yang memiliki nilai komersial tinggi sehingga memacu tumbuh kembangnya minat masyarakat untuk melakukan budidaya buah secara lebih baik,” tambahnya.

Sampai saat ini tercatat jumlah rumah tangga usaha hortikultura adalah sebanyak 10.602.147 KK, sedangkan untuk komoditas buah-buahan adalah sebanyak 8.458.119 KK.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, buah nusantara juga berpotensi untuk ekspor, diantaranya adalah pisang, nenas, mangga, melon, semangka, salak, manggis, rambutan, buah naga dan alpukat. Negara tujuan ekspor utama ialah Jepang, Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan Uni Emirat Arab. (tety)

Leave a Comment