JAKARTA (Pos Sore) — Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kementan) dan Balitbang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjalin kesepakatan pengendalian penyakit antraks pada hewan peternakan.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani Kepala Balitbang Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir, dan Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan Siswanto, di Gedung Balitbang Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (6/1).
Muhammad Syakir menjelaskan penandatangan MoU ini bukan sebatas hitam di atas putih. Melainkan untuk melakukan penyelesaian-penyelesaian yang berhubungan dengan pertanian dan kesehatan.
Ia menjelaskankan, dalam kerja sama ini, kedua pihak akan saling bersinergi untuk dapat memperhatikan masalah kesehatan yang berhubungan dengan manusia dan hewan.
Nantinya Balitbang Pertanian akan memeriksa kondisi penyakit hewan yang berhubungan dengan manusia, selanjutnya pihak Balitbang Kesehatan akan memeriksa kondisi kesehatan manusia yang diakibatkan oleh hewan.
“Penyelesaian yang berhubungan dengan pertanian dan kesehatan. One health itu yang perlu kita selesaikan bersama,” katanya.
Menurutnya, pertanian memiliki dampak lingkungan langsung maupun tidak langsung. Sektor pertanian ke depan tidak hanya mementingkan kesejahteraan petani, tapi juga lingkungan karena berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Karena semua yang menyangkut masalah rakyat harus cepat diatasi.
Kepala Balitbang Kementerian Kesehatan, Siswanto, menambahkan, penggunaan konsep one health perlu dilakukan untuk dapat bergerak cepat mengatasi permasalahan penyakit yang disebabkan oleh virus dari hewan, ke manusia.
“Konsep one health, antara manusia dan hewan sangat penting sehingga pendekatannya perlu terintegrasi,” tegasnya.
Penyakit dalam kelompok public health emergency misalnya flu burung yang dikaitkan dengan unggas, Mers dengan unta, virus PMK dengan ternak. Semua itu terkait hewan dan vektor. (tety)
