JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar Joint Technical Working Group (JTWG) dengan Kementerian Perempuan, Anak dan Pengentasan Kemiskinan (KPAPK) Republik Fiji, yang dihadiri Menteri PAPK, Rosy Sofia Akbar dan dbuka secara resmi oleh Menteri KPPPA, Yohana Yambise.
Menteri KPPA, Yohana Yambisa, mengatakan, hasil dari kegiatan JTWG ini menghasilkan kesepakatan terkait kegiatan yang akan dilaksanakan dalam 3 tahun ke depan. Seluruh kegiatan diusulkan dalam 4 kluster seperti tercantum dalam MoU.
“Yaitu penguatan kapasitas dan produktifitas perempuan di bidang mata pencaharian dan ekonomi, peningkatan perlindungan dan pencegahan kekerasan perempuan dan anak, penguatan kapasitas di bidang pengarusutamaan gender, dan pengintegrasian penguatan hak anak dalam pembangunan,” katanya, usai pertemuan itu, di KemenPPPA, Senin (8/6).
Menteri menjelaskan kerjasama KemenPPPA dengan KPAPK Fiji dimulai pada 2012. Saat itu, KemenPPPA bekerjasama dengan Direktorat Kerjasama Teknis Kementerian Luar Negeri melakukan program pemberdayaan perempuan di Fiji berupa pelatihan pengolahan hasil perikanan dan rumput laut.
“Kegiatan pada saat itu adalah pengolahan bakso ikan, nugget ikan, dan rumput laut,” ungkapnya.
Lalu awal 2013, Kedutaan Besar Fiji di Jakarta menjajaki kerjasama resmi dengan KemenPPPA di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang MoU ditandatangani pada 18 Desember di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Ibu. MoU ini menjadi dasar kerjasama antara KemenPPPA dengan KPAPK.
JTWG ini sendiri baru bisa dilaksana sekarang karena tahun 2014 adalah tahun terakhir periode Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Saat itu, KemenPPPA harus fokus pada pelaksanaan program kerja prioritas di dalam negeri dan persiapan pergantian kabinet.
Selain melaksanakan JTWG, Menteri Rosy dan rombongan juga mengunjungi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk mendapatkan gambaran lengkap program layanan yang diberikan kepada perempuan dan anak korban kekerasan.
Selain itu, mengunjungi SMA 29 Jakarta untuk melihat implementasi kebijakan sekolah ramah anak, dan mengunjungi UKM Perempuan binaan IWAPI dan Komunitas Perempuan Pengusaha Tangerang Selatan (Kopi Tangsel).
Rombongan juga meninjau ruang laktasi dan bagian Pengaduan Masyarakat KemenPPPA untuk melihat sistem dan mekanisme pengaduan perempuan korban kekerasan untuk mendapat layanan di KemenPPPA dan bagaimana sistem ini terintegrasi dengan unit-unit layanan lain di instansi terkait. (tety)
