08/05/2026
AktualGaya Hidup

Kemenperin Dorong Generasi Muda Belajar Membatik

kegiatan

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Perindustrian terus berupaya mengedukasi para generasi muda Indonesia untuk belajar membatik. Langkah ini dalam rangka meningkatkan kecintaan terhadap batik sebagai warisan budaya dunia sekaligus mendorong penumbuhan wirausaha baru.

“Misalnya, kami tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan kegiatan ekstrakurikuler membatik pada Sekolah Menengah Kejuruan,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin Gati Wibawaningsih pada pembukaan Pameran Batik Pusaka Budaya Bangsa yang diadakan Yayasan Batik Indonesia, dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional, di Museum Nasional, Jakarta, Minggu (2/10).

Kegiatan ini dihadiri Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia (YBI) Yultin Ginanjar Kartasasmita, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Heppy Djarot Saiful Hidayat, serta Ketua Hari Batik Nasional 2016 Nita Kenzo.

Gati meyakinkan, gerakan melestarikan, menggunakan dan mengembangkan batik sebagai warisan budaya tak benda di masyarakat selama ini telah mendongkrak permintaan batik nasional dan pertumbuhan industri batik di dalam negeri.

“Peluang pasar batik saat ini juga sangat terbuka luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Yultin Ginanjar Kartasasmita, menambahkan, Yayasan Batik Indonesia telah meluncurkan program menarik tahun ini, yaitu ‘Batik Karya Saya’ guna memberikan rasa bangga pada generasi muda terhadap batik nasional.

Program ini juga memberikan pelatihan membatik secara cuma-cuma kepada 50 siswa SMK 27 Jakarta. Sekolah tersebut dipilih lantaran memiliki jurusan tata busana. Pelatihan tersebut telah diberikan sebanyak 13 kali selama September 2016. Para siswa memulai latihannya setiap pulang sekolah.

“Kreativitas mereka sangat berkembang, termasuk saat membuat ornamen batik. Mereka sudah bisa membayangkan, jika membuat motif seperti ini nantinya pola bajunya akan seperti apa,” katanya.

Menko PMK Puan Maharani, menyambut positif upaya tersebut karena merupakan wujud nyata dari gerakan revolusi mental sebagai penumbuhan rasa nasionalisme yang dapat ‘mengakar’ pada generasi muda Indonesia.

“Anak-anak kita harus mau belajar membatik. Saat ini sudah ada pendidikan vokasionalnya. Pemerintah juga terus berupaya membangun infrastruktur untuk menunjang hal tersebut,” tuturnya.

Puan mengatakan, program pelatihan membatik ini perlu sinergi dengan pelaku industri untuk menyalurkan para lulusan. “Di samping itu, perlu juga sinergi untuk menyesuaikan kebutuhan industri saat ini. Biar sejalan antara lulusan dengan dunia kerja,” tegasnya. (tety)

Leave a Comment