7.7 C
New York
27/04/2026
AktualEkonomi

KemenkopUKM Sambut Baik KSP Nasari Luncurkan Nasari Digital

JAKARTA (Pos Sore) — Bertepatan ulang tahun yang ke-22 KSP Nasari meluncurkan aplikasi koperasi digital pertama di Indonesia. Aplikasi ini bernama Nasari Digital (Nadi) yang diperuntukkan bagi anggota KSP Nasari dan KSPPS Nasari Syariah. Kehadiran Nadi ini sesuai dengan harapan pemerintah agar koperasi harus melakukan transformasi digital.

Deputi Bidang Kelembagan Kementerian Koperasi dan UKM, Rulli Nuryanto menyambut positif peluncuran aplikasi koperasi digital pertama di Indonesia ini. Menurutnya, Nadi sesuai dengan keinginan pemerintah untuk mendorong transformasi digitalisasi koperasi.

“Apa yang dilakukan KSP Nasari sejalan dengan itu,” tegas Deputi Kelembagaan KemenkopUKM, Rulli Nuryanto, saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2019 KSP Nasari dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nasari Syariah, serta peluncuran aplikasi koperasi Nasari Digital, di gedung Smesco Jakarta, Senin (31/8/2020).

Rulli menjelaskan, di saat pandemi Covid-19, pemanfaatan teknologi digital harus dimaksimalkan. Karenanya, KemenKopUKM terus mendorong agar koperasi dan UMKM untuk memasuki ekonomi digital.

Ketika kita bicara revolusi industri 4.0 dan menuju 5.0, dan ketika pandemi Covid-19 melanda dunia, ternyata pemanfaatan teknologi informasi ini mendorong berbagai kegiatan untuk menjadi lebih cepat. Sebut saja meeting secara online.

Demikian juga ekonomi, koperasi dan umkm didorong untuk masuk ke ekonomi digital. Apa yang dilakukan Nasari ini sudah sejalan dengan keinginan tersebut. Terlebih tujuan utama aplikasi Nadi adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi anggota koperasi simpan pinjam Nasari.

“Memang kalo kita bicara usaha simpan pinjam koperasi, itu beda dengan usaha bank, ini hanya diperuntukkan bagi anggota dan calon anggota. Nadi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggotanya,” ujar Rulli.

Untuk memperluas akses pasar, KemenkopUKM mengharapkan koperasi-koperasi lain untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang makin pesat melalui pemanfaatan teknologi informasi. Hal tersebut kata Rulli, agar koperasi bisa bersaing dengan pelaku usaha lain.

“Kita dorong koperasi koperasi lain untuk memanfaatkan teknologi informasi, bisa beradaptasi dengan teknologi informasi yang berkembang pesat. Tujuannya koperasi bisa bersaing dgn pelaku usaha lain. Bukan hanya koperasi simpan pinjam. Tapi juga sektor riil.teknologi informasi salah satu yang bisa jadi kunci untuk cepat kuat dan bisa bersaing dgn pelaku usaha lain,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KSP Nasari Sahala Panggabean, mengatakan, Nasari Digital (Nadi) sangat mudah digunakan oleh anggota KSP Nasari dan KSPPS Nasari Syariah. Menurutnya, dalam aplikasi itu, memuat fitur-fitur seperti simpanan, pinjaman, e-payment, dan rapat tahunan anggota secara live. Bahkan ke depan akan dikembangkan untuk e-commerce.

“Nadi adalah aplikasi koperasi digital pertama di Indonesia. Ada fitut simpanan, pinjaman, e-payment, RAT live. Kami ingin jadi agen perubahan. Merubah image koperasi yang selama ini jadul dan tidak update,” kata Sahala.

Sahala juga berharap koperasi diberi kesempatan untuk menyalurkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Ia mengaku koperasi yang dipimpinnya saat ini mencapai 123 ribu dengan 23 juta anggota, sehingga dapat mempercepat penyerapan PEN.

Harapannya itu disampaikan karena berdasarkan survei Bank Dunia dan riset LIPI, sebanyak 72% masyarakat Indonesia mengakses layanan keuangan pertama kali melalui Koperasi, dan 87% dari jumlah tersebut (sekitar 63%) tidak memperoleh layanan keuangan dari perbankan. Karenanya, koperasi perlu diberi kesempatan untuk turut menyalurkan dan PEN. (tety)

Leave a Comment