15.2 C
New York
28/04/2026
AktualEkonomi

KemenkopUKM dan KemenBUMN Kolaborasi Pulihkan KUMKM Terdampak Covid-19

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi UKM menjalin kerjasama dalam upaya membantu pemulihan dan mengembangkan koperasi dan UMKM akibat dampak dari pandemi Covid-19. Kesepakatan ini tertuang dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani Menteri Koperasi UKM Teten Masduki dan Menteri BUMN Erick Thohir, di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Kolaborasi kedua pihak ini terkait pengembangan dan pembinaan koperasi dan UMKM di Indonesia. Ruang lingkup kesepakatan ini meliputi pendampingan dan pengembangan SDM, penyediaan bahan baku, logistik, dan pemasaran melalui digital platform, dalam hal pengembangan dan pembinaan KUMKM.

“UMKM memiliki banyak masalah, di antaranya akses pasar. Jadi kami ingin sinergikan ini. Dari Pak Erick ada konsep pembiayaan bagi pelaku mikro dan ultra mikro juga tadi,” ujar Teten.

Penandatanganan kesepakatan ini diharapkan menjadi payung hukum, yang mendorong perusahaan BUMN untuk turut mendukung pengembangan dan pembinaan KUMKM di Indonesia, baik dalam hal pendampingan, penyediaan bahan baku, logistik, penyerapan produk KUMKM dan pemasaran melalui platform digital.

Teten juga berharap perusahaan BUMN dapat menjadi offtaker dan dapat menampung produk-produk koperasi, petani, nelayan, UKM produsen, maupun kelompok tani dan Gapoktan. “Misalnya di sini, ada Perinus yang akan berkolaborasi dengan BGR Logistics dan LPDB KUMKM untuk menyerap produk dari hulu, dan dipasarkan di warung-warung,” tukas Teten.

MenkopUKM pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian BUMN atas dukungan dan kerjasama yang telah terjalin dengan KemenkopUKM. Ia pun berharap kolaborasi ini dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama, dan dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat luas, khususnya pelaku KUMKM, agar dapat bangkit dan memulihkan perekonomian nasional.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Tohir menegaskan keberpihakan terhadap koperasi dan UMKM wajib dilakukan. Terlebih sumberdaya yang dimiliki BUMN yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dapat dioptimalkan dalam upaya pengembangan UMKM, termasuk koperasi.

“Saya berharap, dengan sinergi tersebut pelaku UMKM yang terdampak Covid-19 bisa segera bangkit,” tandas Erick yang mencontohkan kerjasama yang sudah dilakukan antara Bank BRI, PNM, dan Pegadaian dalam membangun program Satu Data.

Tahun depan, lanjut Erick, akan ada sinergi antara Smesco Indonesia dengan Sarinah. Smesco akan berperan sebagai coaching dan lab, agar UMKM naik kelas. Kemudian, Sarinah akan menjadi sarana penjualan atau perdagangan ke pasar nasional atau menjadi pusat trading produk UMKM.

Erick juga menyebutkan program Pasar Digital (PaDI) UMKM sebagai bentuk riil dari kerjasama antara dua kementerian ini. Melalui program ini, sektor UMKM mendapatkan kesempatan untuk memaksimalkan peluang dari capex (capital expenditure/belanja modal) dari perusahaan-perusahaan BUMN.

Dengan peluang tersebut, maka pangsa pasar UMKM akan lebih banyak ditangkap BUMN. Sebagai tahap awal akan diikutsertakan sembilan BUMN untuk terlibat dalam program tersebut. Tahun depan ditargetkan menjadi 30 BUMN dan setelah Juni 2021 diharapkan seluruh BUMN bisa terlibat dalam program tersebut.

Erick juga menjelaskan, sudah dikeluarkan Peraturan Menteri BUMN yang menyebutkan tender senilai Rp250 juta hingga Rp14 miliar tidak boleh BUMN ikut. “Tapi, kita dorong UMKM ikut tender. Ini akan kita lakukan bertahap agar UMKM bisa terdorong tumbuh besar,” pungkas Erick.

BUMN, katanya, harus mendukung UMKM. Keduanya dinilai bisa saling bersinergi. Melalui berbagai kolaborasi dengan BUMN dari sisi hulu hingga hilir, dia berharap UMKM bisa mengambil keuntungan dari kegiatan ekonomi, karena UMKM merupakan salah satu sektor paling terdampak pandemi Covid-19. (tety)

Leave a Comment