08/05/2026
Aktual

Kemenkop Usulkan Modal LPDB Ditambah Rp2 Triliun

JAKARTA (Pos Sore) — Guna lebih memperluas jangkauan pemerintah dalam memberikan kredit berbunga murah (rezim suku bunga rendah), Kemenkop dan UKM mengusulkan modal LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) KUKM ditambah Rp2 triliun. Dana bergulir yang sekarang dikelola mencapai Rp5 triliun dinilai masih kurang.

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga berpendapat selain KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang bersuku bunga 7% dirasa perlu ada sumber pembiayaan murah lainnya kepada UMKM dan koperasi. Memperluas cakupan layanan LPDB bisa menjadi solusi.

“Karena itu, modalnya perlu ditambah, agar kehadiran pemerintah dalam mengembangkan UMKM benar-benar terasa,” ujar menkop, saat mendampingi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dalam acara Penyerahan Dana Bergulir melalui Loan Agreement sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan lewat Pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Jawa Timur, di Bank Jatim, Surabaya, Sabtu (10/9), yang juga dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf.

Menkop menjelaskan, suku bunga yang diberlakukan LPDB KUKM saat ini benar-benar rendah, bahkan sudah diturunkan lagi menjadi hanya 0,2 persen perbulan sehingga dalam setahun hanya 2,4 persen bunganya.

Hal itu membuat KUKM yang mendapat pinjaman dana bergulir dari LPDB bisa bersaing bahkan dikancah regional sekalipun seperti MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Pasalnya suku bunganya bisa bersaing dengan negara ASEAN lain seperti Singapura atau Malaysia yang juga bersuku bunga rendah.

“Tinggal bagaimana UKM kita memperbaiki produk khususnya dalam kemasan sehingga bisa unggul di pasar domestik dan memiliki daya saing di pasar global,” kata menkop.

Sementara itu, Menko PMK Puan Maharani menyatakan sudah seharusnya pemerintah mendukung dan memihak UMKM karena terbukti sektor inilah yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan memiliki ketahanan yang kuat.

“Hal itu teerbukti ketika krisis ekonomi 1998 dimana sektor UMKM menjadi penyelamat perekonomian nasional,” katanya.

Karena itu, pihaknya mendorong Kemenkop dan UKM untuk terus meluncurkan skim skim pembiayaan murah kepada UMKM juga layanan lain mulai dari IUMK, HAKI, badan hukum koperasi dan sebagainya. (tety)

Leave a Comment