06/05/2026
Aktual

Kemenkop UKM Kembangkan Sentra Peternak Puyuh

JAKARTA (Pos Sore) — Peluang usaha berternak puyuh sangat menjanjikan. Terlebih produk puyuh dapat dipasarkan secara bervariatif. Telur dan daging puyuh dapat dijual secara langsung dan diolah menjadi bakso, ekado, telur puyuh asin dan telur puyuh kaleng.

Deputi bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UKM Yuana Setyowati Bernas, mengungkapkan, permintaan telur dan daging puyuh secara nasional cukup tinggi dan belum dapat terpenuhi. Karenanya, peluang usaha peternakan puyuh masih sangat terbuka.

“Masa produksi puyuh cukup cepat dalam kurun waktu 45 hari dengan periode masa produksi sampai 18 bulan dengan tingkat resiko yang kecil,” katanya pada acara launching Kemitraan KUKM bertema ‘Penguatan Jaringan Usaha Sentra Peternak Puyuh melalui KUR dan IUMK’, di gedung Smesco Tower Jakarta, kamis (14/4).

Dalam acara yang didukung BRI, Jamkrindo dan Shinta Feedmilk, ini Yuana menambahkan, membangun image pangan olahan telur dan daging puyuh memiliki nilai gizi tinggi perlu didengungkan kepada masyarakat luas, agar sentra peternak puyuh dapat meningkatkan produktivitas dan daya saingnya.

“Masyarakat beranggapan pangan olahan puyuh kurang baik bagi kesehatan padahal produk puyuh sangat dibutuhkan pada masa pertumbuhan anak-anak dan generasi muda,” tegas Yuana.

Menurutnya, kehadiran peternak anggota koperasi puyuh saat ini sebagai upaya menggugah masyarakat dan komunitas puyuh agar tetap eksis dan berkembang. Walaupun keberadaan sentra peternak puyuh berdomisili di daerah pedesaan, namun hasil produksinya tersebar di seluruh pelosok desa dan kota.

Sementara itu, di sisi peternakan puyuh, dapat dikembangkan sistem peternakan terpadu yaitu pemanfaatan kotoran puyuh sebagai pupuk organik dan pupuk dasar penghasil plankton pada budidaya ikan.

Pada 2015, Kemenkop UKM telah menggelontorkan bantuan senilai Rp3 miliar untuk pengadaan kandang dan sangkar puyuh kepada 150 UKM peternak di 15 koperasi. Keberadaan bantuan ini, berdampak pada penurunan biaya operasional karena pengelolaan budidaya dan pemasaran hasil dapat dilakukan secara bersama-sama.

Kemenkop UKM juga memberikan fasilitas dalam hal pembiayaan dengan disediakannya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta memfasilitasi pemberian ijin legalitas usaha IUMK dari camat dan kartu IUMK dari BRI.

Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharam yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, peternak puyuh adalah pejuang-pejuang ekonomi kerakyatan. “Kita harus berterima kasih kepada para peternak puyuh yang telah mengembangkan ekonomi kerakyatan,” kata Agus.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan KUR kepada 5 peternak puyuh dan IUMK bagi 5 peternak puyuh. Selain itu, penandatanganan MoU antara PT BRI, Perum Jamkrindo dan Asosiasi Peternak Puyuh Indonesia (APPI) tentang pengembangan usaha koperasi, usaha mikro dan kecil peternak puyuh.

Diilakukan pula perjanjian kerjasama antara PT Shinta Prima Feedmilk dengan koperasi warga bumi Pratama Cianjur, tentang kerjasama pengadaan pakan ternak berkualitas, perjanjian kerjasama antara KUD Tri Karya Jaya Kediri dengan Koperasi PLUT Sukabumi tentang kerjasama pemasaran produk puyuh. (tety)

Leave a Comment