06/05/2026
Aktual

Kemenkop UKM Dukung Sumsel Jadi Kawasan Peternakan

JAKARTA (Pos Sore) — Provinsi Sumatera Selatan dinilai sebagai salah satu daerah yang potensial untuk mengembangkan usaha peternakan. Daerah itu memiliki sumberdaya alam yang cukup baik, dikaruniai banyak sumber mata air, dan tidak dilewati lempengan gempa, sehingga sangat baik untuk mengembangkan sektor tersebut.

Kementerian Koperasi dan UKM pun mendukung program Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, yang akan menjadikan Sumsel sebagai salah satu kawasan peternakan terbesar setelah NTB. Asisten Deputi bidang Perikanan dan Peternakan Kemenkop UKM Devi Rimayanti, menilai program bagus itu akan didukung.

“Permasalahan yang dihadapi KUKM di Sumatera Selatan saat ini adalah lemahnya dayasaing usaha, seperti orientasi KUKM masih dalam pemenuhan kebutuhan dasar, jiwa wirausaha yang rendah, karakteristik koperasi masih tidak jelas, tidak ada sentuhan teknologi, dukungan anggaran yang minim, wawasan yang masih terbatas, fasilitas yang terbatas, regulasi belum fokus dan sebagainya,” paparnya, di Jakarta, Kamis (7/4).

Merespon hal tersebut, Kemenkop dan UKM akan memberikan dukungan berupa kapasitas building melalui bimbingan teknis, pendampingan koperasi, dan konsultasi. Menurut Devi, kontribusi pada pengembangan koperasi di daerah setempat akan besar apabila usaha peternakan ini maju.

“Ada beberapa sentra-sentra peternakan rakyat yang dikelola oleh kelompok-kelompok peternak, bila sentra ini dikelola dengan baik akan kita dorong sentra tersebut menjadi koperasi,” kata Devi.

Manajemen koperasi sangat dibutuhkan dalam melaksanakan kegiatan usaha koperasi, khususnya dalam menerapkan prinsip berkoperasi dan hrs memahami filosofi berkoperasi (care, share dan fair). Bila hal tersebut diterapkan oleh koperasi, maka koperasi akan berkembang dgn baik sehingga apa yang diinginkan tercapai.

“Sehingga diharapkan akan menghasilkan output koperasi sebagai lembaga sosio ekonomi di pedesaan. Apalagi anggota koperasi adalah faktor penting dalam koperasi sehingga kesadaran anggota bahwa mereka adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi harus terus ditumbuhkan,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rangka meningkatkan produktivitas peternakan sapi berbasis teknologi dalam menghadapi tantangan di masa mendatang, Kemenkop UKM melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis di Bidang Usaha Peternakan di Palembang.

Acara Bimbingan Teknis dihadiri peserta sebanyak 40 orang yang mewakili Disperindagkop Kab. Ogan Komering Ilir, Kab. OKU Timur, Kab. Banyuasin, Kab Musirawas. Ada pula perwakilan dari Koperasi Karya Bakti, Koperasi Harapan Maju, Koperasi Sinar Argo Mulya, Koperasi Wanita Dahlia, Koptan Eka Tani, Koppontren Nurul Huda, Koperasi BUL Sembawa, Koperasi Lembu Jaya, Koperasi Sumber Alam, KSU Mega Jaya Berkat, KSU Berkat dan Kopnak Satwa Prima.

Acara bimbingan itu mengemukakan permasalahan pengembangan usaha peternakan yang ada saat ini di Sumsel adalah tidak tersedianya bibit ternak yang bermutu baik, konsep pembangunan perbibitan masih parsial, kelembagaan perbibitan belum mampu memenuhi semua permintaan kebutuhan bibit.

Selain itu, sumber-sumber perbibitan ternak masih menyebar, pengembangan pembibitan swasta belum cukup berkembang karena iklim tidak kondusif, serta pengembangan usaha peternakan sapi di Indonesia masih menghadapi masalah besar yaitu rendahnya produktivitas.

Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk pembibitan adalah Inseminasi Buatan (IB). Inseminasi Buatan memiliki keuntungan yaitu meningkatkan mutu genetik, menghindari penularan penyakit hewan, optimalisasi penggunaan pejantan unggul, meningkatkan pendapatan petani, peningkatan populasi, menghemat biaya, menghindari bahaya dan menghemat tenaga pemeliharaan pejantan.

“Anggota koperasi sebaiknya mengikuti pelatihan IB karena sangat berguna dalam pengembangan usaha peternakan,” tambahnya.

Pakan juga selalu menjadi permasalahan utama. Karena itu, peternak diharapkan bisa belajar dan berinovasi. Teknologi pengolahan pakan sapi yang dapat digunakan oleh para peternak agar asupan nutrisi yang dibutuhkan sapi bisa terus tersedia antara lain Urea Molases Multinutrient Block (UMMB), fermentasi jerami, amoniasi jerami, silase dan hay. (tety)

Leave a Comment