06/05/2026
Aktual

Kemenkop Seleksi Ketat Permintaan Revitalisasi Pasar yang Membludak

IMG-20160211-WA0004

JAKARTA (Pos Sore) — Kementrian Koperasi dan UKM mengaku kewalahan menghadapi banyaknya permintaan revitalisasi pasar dari berbagai daerah di tanah air karena terbatasnya anggaran. Anggaran ini tidak mencukupi mengingat kebutuhan perbaikan pasar tradisional atau pasar rakyat sangat tinggi.

“Tahun ini Kemenkop dan UKM mengalokasikan Rp 85 miliar untuk dana revitalisasi pasar tradisional. Dan untuk satu pasar terpilih kami bantu Rp900 juta. Sementara permintaan yang masuk ratusan,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, usai meresmikan pasar Pekraman Negari Kec Sukawati Kab Gianyar Bali, Kamis (11/2). Pasarini setelah direvitalisasi mampu menampung total 90 pedagang.

Karenanya, Kemenkop dan UKM benar-benar melakukan seleksi ketat terhadap ratusan permintaan revitalisasi pasar tradisional/pasar rakyat itu. Salah satu pertimbangan prioritas adalah swadaya dari masyarakat atau pemilik dari kios kios pasar tradisional tersebut, apakah mampu mendanai sebagian dari biaya perbaikan pasar.

“Saya melihat pasar Pekraman Negari Gianyar ini bisa jadi contoh, karena mampu melakukan swadaya untuk menutupi sebagian dana revitalisasi,” kata.Puspayoga.

Revitalisasi pasar Pekraman Negari menghabiskan dana sebesar Rp 1,2 miliar. sementara bantuan Kemenkop UKM hanya Rp900 juta. Sisanya sebesar Tp 300 juta hasil swadaya dari pemilik kios dan masyarakat setempat.

“Ini bisa jadi contoh revitalisasi pasar tradisional di tempat lain. Karena menunjukkan kesungguhan dari pengguna pasar ini untuk memperoleh pasar yang lebih baik, lebih bersih dan lebih nyaman,” kata Puspayoga.

Faktor lain selain swadaya adalah status tanah yang dijadikan lokasi pasar harus jelas kepemilikannya agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. (tety)

Leave a Comment