02/05/2026
Aktual

Kemenkop Latih UKM Daerah Perbatasan Perluas Pasar

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan UKM melatih cara memperluas pasar dan jaringan usaha bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah perbatasan Merauke. Pemberian pelatihan teknis di beberapa daerah perbatasan ini dalam rangka mendukung program percepatan pembangunan di daerah perbatasan.

“Adapun jenis pelatihan disesuaikan dengan permintaan masyarakat dari daerah setempat sesuai koordinasi dengan dinas koperasi dan UKM di masing masing kabupaten,” kata Dputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkop UKM Prakoso BS, di Jakarta, Sabtu (11/6).

Pelatihan khusus bagi para pelaku UKM itu diadakan di Distrik Naukenjeray, Merauke, Papua, pada awal Juni 2016. Sebanyak 80 peserta yang sebagian besar ibu-ibu dari 3 kampung — Kampung Ongjayya, Kampung Toner, dan Kampung Kuler,menghadiri pelatihan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Naukenjeray Sularso, Kepala Disperindakop Beni Khalik, dan Kepala Distrik Naukenjeray.

“Pelatihan pembuatan abon ikan dan abon rusa ini didahului dengan pembekalan kewirausahaan dan perkoperasian, sebagai bekal para pelaku UKM untuk memulai usaha,” tambahnya.

Selain di Merauke pihaknya akan menggelar pelatihan serupa dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal masyarakat setempat yakni di Kabupaten Sanggau, Malino, Sintang, Nunukan, Kapuas Hulu, Maluku Tenggara Barat, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, dan Natuna.

Pihaknya setidaknya akan melatih 40 pelaku UKM di setiap lokasi dengan dua angkatan sehingga total sebanyak 80 pelaku UKM.

“Pelatihan bukan hanya berupa teknis pengolahan makanan, tetapi juga termasuk pelatihan tenun kain ikat, kerajinan rotan, pembuatan pupuk organik dan juga pengemasan produk. Intinya apapun pelatihannya sesuai dengan permintaan masyarakatnya,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi Beni Khalik sangat berharap para pelaku UKM membentuk kelompok-kelompok usaha kemudian ke depannya membentuk koperasi.

“Banyak keluhan dari pelaku UKM di perbatasan Merauke terkait susahnya memasarkan produk maka kami berharap pemerintah pusat dapat terus memfasilitasi pemasaran dan membantu kebutuhan peralatan khususnya untuk pembuatan abon ikan dan rusa bagi masyarakat,” kata Beni. (tety)

Leave a Comment