JAKARTA (Pos Sore) – Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Agus Muharram mendorong mahasiswa Indonesia untuk menjadi warausaha pemula atau start up. Sejumlah opportunity bisa diraih jika mahasiswa menjadi wirausaha.
“Semua mahasiswa harus membuat program bagaimana menjadi wirausaha yang sukses bila selesai kuliah,” ujar Agus dalam Seminar ‘Mengulas Pentingnya Pemasaran dan Pengetahuan Pemasaran bagi UMKM’ di Universitas Mercu Buana, di Jakarta, Selasa (8/3).
Data Kemenkop UKM menyebutkan, jumlah wirausahawan di Indonesia melonjak tajam dari 0,24 persen menjadi 1,56 persen dari jumlah penduduk. Kemenkop optimistis tahun 2016 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2 persen dapat tercapai.
Jumlah wirausaha Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Singapura sebesar 7%, Malaysia 5%, dan Thailand 4%. Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10% dari jumlah populasi.
Meskipun jumlah pengusaha di Indonesia masih sangat minim, namun survey yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM) pada 2013, menunjukkan keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah yang kedua tertinggi di ASEAN setelah Filipina.
Agus berpendapat, jika jumlah wirausaha bisa bertambah maka akan turut mendongkrak ekonomi negara, bertambahnya lapangan pekerjaan, dan akhirnya meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat.
Akan tetapi ia juga mengharapkan agar pelaku usaha di Indonesia saatnya menuju digital ekonomi, alias ‘melek digital’, sesuai trend yang tengah mengemuka di masyarakat (tety)
