6.5 C
New York
26/04/2026
Aktual

KBR Dukung Penanaman 1 Miliar pohon

JAKARTA (Pos Sore) — Menanam Pohon didukung oleh ketersediaan bibit secara nasional mulai 2012.

Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) menjadi pendukung utama ketersediaan bibit tersebut. Pada 2011 terbangun 10.208 unit KBR yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Tahun ini  KBR ditarget terbentuk 15.000 unit per tahun. Setiap KBR diharapkan memproduksi sebanyak 50.000 batang bibit pohon multi fungsi per tahun.

Karena bibit yang dihasilkan 30 ribu unit KBR masih belum memenuhi kebutuhan, maka sejak 2012 dibangun persemaian permanen sebanyak 50 unit di 33 propinsi yang dapat menghasilkan bibit sebanyak 750.000-1 juta bibit setiap unit setiap tahunnya. Bibit tersebut disebar dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

“Karena bibit yang dihasilkan 30 ribu unit KBR masih belum memenuhi kebutuhan, maka sejak 2012 dibangun persemaian permanen sebanyak 50 unit di 33 propinsi.”

Namun disadari, gerakan menanam tidak bakal sukses jika hanya pemerintah yang bekerja. Untuk itu kerjasama dengan berbagai pihak pun dijalin. Mulai dari organisasi masyarakat, TNI, hingga lembaga pendidikan.

Penanaman pohon yang menjadi wujud kepedulian bangsa kepada kritisnya lahan dan hutan jadi salah satu aksi mitigasi perubahan iklim.

Penanaman pohon berperan besar dalam mengurangi laju deforestasi. Angka deforestasi turun dari 3,51 juta hektar/tahun pada 1990-2000 menjadi 450 ribu hektar/tahun sejak 2009.

Manfaat Ekologi dan Ekonomi

Penanaman pohon bisa efektif mengurang beban emisi. Dengan penanaman, maka penurunan emisi yang terjadi akibat penurunan laju deforestasi tersebut adalah sebesar 0,489 Giga ton CO2e = 489 juta ton CO2e .

“Penanaman pohon tak semata memberikan efek ganda bagi keberlangsungan ekosistem dan lingkungan, namun juga memberikan efek ekonomi.”

Jika dihitung dengan pohon yang sudah tertanam dari program menanam mulai 2009 hingga 2014 yakni 5,54 milyar pohon, maka karbon yang akan terserap sebanyak 44 juta ton CO2e.

Penanaman pohon tak semata memberikan efek ganda bagi keberlangsungan ekosistem dan lingkungan masyarakat, namun sejatinya harus juga memberikan efek ekonomi bagi rakyat.

Pemerintah juga sudah menghitung seberapa besar manfaat menanam bagi ekonomi masyarakat.

Ada 6,97 juta hektar hutan yang disiapkan untuk dikelola rakyat dalam skala kecil.

Jika setiap Kepala Keluarga (KK) diberikan izin pemanfaatan hutan rata-rata seluas 15 hektar, maka akan ada sejumlah 465.000 KK yang melakukan usaha di bidang kehutanan atau terserap 1.860.000 orang tenaga kerja (1 KK sama dengan 4 tenaga kerja).

Dengan asumsi setiap hektar menghasilkan 200 kubik (m3) kayu dengan harga Rp500 ribu/m3, maka setiap hektar lahan dapat menghasilkan 100 juta rupiah.

Dengan tanaman pohon berdaur 7 tahun, setiap KK memiliki jatah tebang 2 hektar per tahun yang berarti penghasilan keluarga di pedesaan dapat ditopang sebesar Rp200.000.000,- per tahun atau lebih kurang Rp16.000.000 per bulan. (fenty)

Leave a Comment