JAKARTA (Pos Sore) – Indonesia masih menghadapi persoalan gizi seperti kurus, pendek, gemuk dan anemia, baik pada usia balita maupun pada usia sekolah dan remaja. Penyebabnya, kebiasaan mengkonsumsi beragam makanan bergizi masih rendah, khususnya konsumsi buah, sayur, dan pangan hewani baik ikan, telur, daging dan susu.
“Karenanya, upaya memberikan edukasi mengenai gizi seimbang sejak usia dini perlu terus dilakukan,” kata Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Prof. Dr. Hardinsyah, di sela edukasi gizi di Karnaval Ayo Melek Gizi, di Taman Menteng, Jakarta, Minggu (24/1), yang diadakan PERGIZI PANGAN Indonesia dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada).
Dikatakan, berdasarkan data Laporan Survey Diet Total (SDT) 2015 menunjukkan rata-rata konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia hanya mencapai 57,1 gram dan 33,5 gram per orang per hari.
Laporan Badan Ketahanan Pangan Kementan juga menunjukkan pemenuhan pangan hewani di Indonesia masih rendah, yaitu 80% dari kebutuhan pada 2012. Hal ini berdampak pada kekurangan gizi mikro salah satunya berupa anemia gizi.
Data Riskesdas 2010 juga memperlihatkan 93.5% penduduk Indonesia berusia ≥ 10 tahun berperilaku konsumsi sayur dan buah yang kurang. Itu artinya, hanya 6,5% penduduk yang cukup mengkonsumsi sayur dan buah.
Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan sekitar 37% ibu hamil, 28,1% anak balita dan 26,4% anak usia sekolah mengalami anemia. Ini menjadi pertanda masalah malnutrisi masih besar di Indonesia.
“Melalui edukasi gizi hari ini kami mengajak masyarakat untuk memahami prinsip dan pesan gizi seimbang, dan meningkatkan konsumsi makanan bergizi,” tambah Prof. Hardinsyah.
Karnaval yang diselenggarakan dalam rangka Hari Gizi Nasional 2016 ini dibuka diisi dengan kegiatan Fun Walk dan Parade Gizi yang diikuti sekitar 700 peserta. Kegiatan ini diawali dengan aerobik bersama dan disertai dengan edukasi dan konsultasi gizi, serta demo masak makanan sehat.
“Kegiatan utama Karnaval Ayo Melek Gizi adalah Fun Walk yang menjadi simbol dari ajakan kami kepada masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik. Karena, selain meningkatkan konsumsi beragam makanan bergizi, prinsip gizi seimbang yang juga perlu ditingkatkan adalah aktivitas fisik,” kata. Arif Mujahidin, Corporate Affairs Head Sarihusada.
Dikatakan, Fun Walk jmenampilkan parade kostum buah dan sayur serta tumpeng gizi seimbang, untuk memberi edukasi mengenai contoh-contoh bahan pangan sumber gizi sekaligus memberikan inspirasi kepada masyarakat dalam mengolah makanan memenuhi kebutuhan akan gizi seimbang sehari-hari.
Karnaval Ayo Melek Gizi juga menampilkan demo masak makanan sehat oleh ibu dan anak, berbagai atraksi menarik dari komunitas dan berbagai kegiatan kreatif bagi anak-anak terkait pangan bergizi. Masyarakat juga bisa ikut program edukasi dan konsultasi gizi di lokasi acara. (tety)



