3.6 C
New York
21/04/2026
AktualNasional

Kapolri Baru, Harapan Masyarakat Indonesia dalam Penegakan Hukum

Seorang Kapolri adalah orang yang harus dekat dengan seluruh kelompok dan ormas terutama organisasi kepemudaan, aktivis sosial dan mahasiswa

JAKARTA (Pos Sore) — Sekjen PB Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Periode 2018-2020 dr. Taufan Tuarita turut menyorot pergantian petinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang juga menjadi pembahasan di beberapa kalangan.

Deretan nama-nama sudah banyak dibicarakan untuk menentukan siapa yang tepat untuk menduduki orang nomor satu di tubuh Polri. Mulai dari bintang tiga sampai bintang dua. Segudang pengalaman dari calon-calon kapolri telah dijabarkan banyak wartawan media dan pengamat.

Di samping itu, kondisi sosial politik negara sedang diuji. Seperti yang dikatakan Prof. Siti Zuhro dari LIPI dalam “Catatan penegakan hukum Indonesia masih lemah” dan itu berdampak terhadap kondisi masyarakat, yaitu ketegangan dan kagaduhan sosial di masyarakat.

“Di tengah eskalasi politik yang tinggi, Presiden pasti membutuhkan pemimpin di tubuh Polri yang mampu menerjemahkan maksud dan tujuan Presiden untuk pembangunan nasional dan stabilitas politik,” urainya.

Jelas harapannya, seorang Kapolri yang dibutuhkan oleh Presiden Indonesia adalah orang yang mengerti dan dekat dengan masyarakat dan para pemimpin. Karena pembangunan nasional hanya bisa tercipta dengan kondisi sosial politik yang baik lagi kondusif.

“Artinya, seorang Kapolri adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam menciptakan stabilitas politik. Karena, peran penting dari kepolisian sangat berpengaruh di tengah masyarakat,” katanya.

Menurutnya, seorang Kapolri adalah orang yang harus dekat dengan seluruh kelompok dan ormas terutama organisasi kepemudaan, aktivis sosial dan mahasiswa. Peran-peran dari kelompok menengah yang mempunyai kapasitas dalam mengelola dan memberdayakan masyarakat. (tety)

Leave a Comment