-
Arie Untung, Group Business Head Kalbe Nutritionals Division Diny Elvirani, Dokter spesialis Diabetes Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo SP.PD, KEMD, FACE, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Campaign Ambassador Sarah Sechan, dan Ketua Umum PERSADIA Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M. Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM berfoto bersama usai memaparkan ‘Kampanye Indonesia Lawan Diabetes’
JAKARTA (Pos Sore) – Area Plaza Barat Senayan Gelora Bung Karno menguning, pada Minggu (20/11) yang cerah. Bukan karena dipadati massa kampanye dari partai politik yang identik dengan warna kuning.
Kawasan itu dibanjiri masyarakat yang mengenakan kaos bertuliskan ‘Indonesia Lawan Diabetes’. Mereka ikut memeriahkan ‘Kampanye Indonesia Melawan Diatebes’ yang diadakan Kementerian Kesehatan dan PT Kalbe Farma, Tbk.
Kampanye ini dilakukan karena ternyata data yang dirilis International Diabetes Foundation (IDF) pada 2015 menunjukkan lebih dari 50% atau lebih dari 193 juta penyandang Diabetes, tidak menyadari dirinya terkena Diabetes. Dan, hampir seluruhnya menderita Diabetes tipe 2.
“Hampir 70% atau 160 juta kasus Diabetes tipe 2, dapat dicegah atau ditunda, dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat,” kata Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., Sp.PD., K-EMD., FINASIM, Ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia).
Dia menandaskan, semakin awal kasus Diabetes bisa terdeteksi, semakin cepat pengobatan dapat diinisiasi untuk bisa menghindari berbagai komplikasi yang berbahaya dan biaya pengobatan yang mahal.
Seseorang dengan Diabates tipe 2 bisa hidup beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala apapun. Dan, pada saat itu, kadar gula yang tinggi (hiperglikemi) secara diam-diam bisa merusak berbagai organ tubuh.
“Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk mendeteksi, mendiagnosa dan menyediakan akses terhadap layanan pengobatan yang tepat untuk para penyandang Diabetes,” tandasnya.
Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, menambahkan, dua dari tiga orang yang terkena diabetes tidak menyadari dirinya terserang penyakit gula itu.
Prevalensi Diabetes terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia. Diabetes sering menyebabkan komplikasi berat seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, disabilitas sampai kematian dini.
“Ini jelas sangat mengkhawatirkan. Karenanya kita harus lawan, cegah, dan obati. Edukasi dan sosialisasi menerapkan pola hidup sehat sangat penting. Agar tingkat prevalensi diabetes di Indonesia bisa menurun,” katanya.
Diny Elvirani selaku Group Business Head Kalbe Nutritionals Division, menambahkan, misi utama kampanye Indonesia Lawan Diabetes ini untuk meminimalisir prevalensi penderita Diabetes dan mengurangi beban pemerintah. Karena ternyata penyakit ini banyak diderita oleh masyarakat ekonomi rendah dan harus ditanggung oleh pemerintah.
“Hal ini pun berdampak terhadap biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat penyandang Diabetes, termasuk oleh negara,” ujarnya.
Data dari Klaim BPJS tahun 2014 menunjukkan Diabetes dan komplikasinya merupakan salah satu kelompok penyumbang terbesar untuk biaya katastropik JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).
“Kampanye Indonesia Lawan Diabetes ini sendiri telah mengadakan seminar edukasi tenaga medis yang diadakan di 5 kota besar dan menjangkau lebih dari 50.000 masyarakat awam di lebih dari 43 kota di seluruh Indonesia,” paparnya. (tety)


