8.8 C
New York
25/04/2026
Ekonomi

Kadin Jakpus Harus Mampu Fasilitasi Dan Sinergikan Lokasi Usaha

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Kadin Jakarta Pusat, Victor Aritonang mengungkapkan kendati kondisi ekonomi saat ini tengah lesu, namun pelaku usaha kecil menengah termasuk pedagang kaki lima (K-5) masih tetap eksis. Ini membuktikan UKM sangat kuat dan dikenal mampu menopang perekonomian bangsa ditengah krisis ekonomi melanda Indonesia.

“Ekonomi lagi sulit, pelaku ekonomi di bawah masih bisa bertahan. Ini bukti, mereka kuat dan mampu menopang ekonomi bangsa,” ungkapnya di sela Rapim I Kadin Jakarta Pusat yang digelar di Kecamatn Senen, Jumat,(11/9).

Hadir pada kesempatan itu, Walikota Jakarta Pusat Mangara Pardede beserta jajarannya dan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta,Eddy Kuntadi.

“Potensi ekonomi di Jakarta Pusat sangat pesat.Kita ingin bisa digarap UKM dan PKL.Kita tidak ingin mereka berusaha dikejar-kejar aparat. Kita ingin mensinergikan program penataan pemkot dengan PKL ini. Jangan sampai ada penertiban tanpa solusi.”

Victor mengatakan, untuk mendekatkan Kadin sebagai wadah bagi UKM termasuk PKL,makanya, Rapim kali ini di gelar di kecamatan. Agar pelaku ekonomi kelas bawah ini merasa diayomi kadin dan ‘diorangkan’ dan mendekatkan mereka dengan program pemkot Jakarta Pusat yang tengah melakukan penataan kota.

“Potensi ekonomi di Jakarta Pusat sangat pesat.Kita ingin bisa digarap UKM dan PKL.Kita tidak ingin mereka berusaha dikejar-kejar aparat. Kita ingin mensinergikan program penataan pemkot dengan PKL ini. Jangan sampai ada penertiban tanpa solusi.”

Eddy Kuntadi menambahkan, UKM sebagai kekuatan ekonomi bangsa harus dibina kadin.Apalagi di Jakarta Pusat potensi usaha,jasa,pariwisata dan perdagangan sangat pesat.Dan 90 persen skala UKM.Makanya,ia minta Kadin Jakpus mencoba mengeksplor uKM apalgi data base selama ini Kadin sering bersentuhan dengan perizinan,pengelolaan anggaran.Akan tetapi tugas kadin membina dunia usaha dan ini harus disosialisasika untuk memperkuat dunia usaha di daerah.

Apalgi kondisi ekonomi susah, dolar naik,pertumbuhan turun, justru yang lebih meresahkan justru effek bola salju ini akan berimbas pada UKM akibat daya beli yang melemah.
“Kekuatan kita mengimprove,jangan hanya seremonial saja.”

Bahkan Mangara menantang Kadin agar bisa bersinergi dengan Pemkot untuk melakukan penataan PKL. “Kami harap Kadin bisa membatu menyelaraskan kebijakan penataan yang kita lakukan dengan penguatan PKL.Kita tidak ingin menyengsarakan rakyat,tetapi berusaha menata agar tetap survive.”

Makanya, kata Mangara, ia minta Kadin mampu mensinergikan visi dan misi program pemkot dalam menciptakan lapangan kerja.Dia menyadari penertiban PKL yang dilakukan sangat tidak mengenakan. Tetapi ini harus dilakukan karena Jakarta ini harus ditata sesuai perencanaan kota. “Kita akan berusaha persuasif,jika tidak mau kita terpaksa keras karena Jakarta ini tidak bisa tertib kalau tidak keras.”

Dia mencontohkan penataan Pasar Anyar, bagi pedagang yang berjualan diluar akan direlokasi ke sana.Karena, banyak pasar saat ini kosong, PKL banyak berjualan di jalur terlarang dan membuat kemacetan.Pasar ini akan diisi,mereka akan diberikan pengertian agar mau masuk.

Demikian pula halnya dengan gedung UKM yang ada di belakang Thamrin City,saat ini belum dimanfaatkan maksimal. Ada pedagang di Pasar Tasik yang berjualan 2 kali seminggu pada Senen dan Kamis. Mereka belum dapat tempat dan hanya memanfaatkan lahan Said Naum dan lahan aneka beton milik PT KAI.

“Kalau Kadin bisa mengendors PKL mau masuk ke sana,akan sangat bagus karena pembelinya bukan hanya dari Jawa akan tetapi hingga Malaysia.” (fitri)

Leave a Comment