13 C
New York
27/04/2026
Ekonomi

Kadin DKI Jakarta Gelar Pelatihan Berbasis Teknologi Tepat Guna

JAKARTA (POS SORE) – Ketua Kadin Jakarta Selatan,Soni Laksono SA mengatakan, untuk menumbuhkan wirausahawan kreatif harus terus dipupuk dan dibina salah satunya melalui pelatihan Training of Trainer Kewirausahaan Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG). Konkretnya, di wilayah ini telah dilakukan pelatihan bagi sekitar 50 tenaga yang termasuk ke dalam kelompok ibu-ibu PKK di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di wilayah ini

“Ada sekitar 11 RPTRA di wilayah Jakarta Selatan yang kita berikan pelatihan merajut dengan nilai anggaran kegiatan mencapai Rp100 juta per lokasi,. Tak hanya dilatih, setelah menghasilkan,kita bantu juga pemasarannya.”

Hal ini, katanya, sebagai bentuk upaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang nantinya setelah dibekali keterampilan khususnya merajut, para ibu-ibu ini akan mnegetuktularkan ke para warga lainya.

“Ada sekitar 11 RPTRA di wilayah Jakarta Selatan yang kita berikan pelatihan merajut dengan nilai anggaran kegiatan mencapai Rp100 juta per lokasi,. Tak hanya dilatih, setelah menghasilkan,kita bantu juga pemasarannya,”ungkap Soni di sela pembukaan Pelatihan Training of Trainer Kewirausahaan Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG), di RPTRA,Jakarta Selatan, Senin (5/9).

Kegiatan ini,katanya, telah dimulai sejak 2015 hasil kerjasama Kadin wilayah dengan pelaku usaha UMKM, KADIN DKI Jakarta Bidang Koperasi, UMKM dan Agribisnis Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta.

Sementara itu, menurut Ketua Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi, pelatihan Training of Trainer Kewirausahaan Berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) ini sebenarnya dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta. Diawali 22 – 23 Agustus 2016 di Jakarta Pusat, dan 24 – 25 Agustus 2016 di Jakarta Utara. Kegiatan ini dilanjutkan tanggal 1-2 September 2016 di Jakarta Timur, 5-6 September 2016 di Jakarta Selatan dan 8-9 September 2016 di Jakarta Barat dengan pelaksana kegiatan masing-masing KADIN Kota se tempat.

Eddy menegaskan, pelatihan ini bertujuan mendorong tumbuh kembangnya tenaga-tenaga pelatih kewirausahaan dan wirausaha baru yang berbasis teknologi tepat guna dalam mengembangkan produk-produk unggulan di wilayah masing-masing.

Konkretnya seperti pembuatan bakso di Jakarta Pusat,Siomay Ikan di Jakarta Utara. Produk yang dihasilkan berkualitas dan higienis dengan penyajian dan pengemasan yang baik, sehingga dapat diterima sesuai dengan selera konsumen yang pada akhirnya dapat mengembangkan perekonomian masyarakat.

“Teknologi tepat guna perlu dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang cerdas dan kreatif untuk menciptakan sesuatu yang mampu mendukung aktifitasnya yang juga meningkatkan produktifitas di berbagai sektor misalnya sektor pangan, pertanian, energi dan lingkungan. Teknologi tepat guna dapat juga menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan.”

Sementara Wakil Ketua Umum Bidang Koperasi, UMKM dan Agribisnis KADIN DKI Jakarta, Akhmad Syarbini menambahkan, peserta pelatihan di tiap wilayah selain dari para pelaku usaha juga Ibu-Ibu PKK, pemuda Karang Taruna serta kelompok masyarakat lainnya yang masing-masing wilayah berjumlah 50 orang peserta. Nara sumber pelatihan ini terdiri dari unsur Pemerintah Daerah (BPMPKB, Poksus Ruang Publik Terpadu Ramah Anak/RPTRA), Kementerian Desa Tertinggal, Pelaku Usaha (Kamar Dagang dan Industri/KADIN), Perbankan (Bank Mandiri) dan Pos Layanan Teknologi (Posyantek).

“Selain pembekalan dari para nara sumber, juga dilakukan praktek pengolahan makanan (bakso, dan siomay ikan), merajut, pemasaran online yang menggunakan teknologi tepat guna. Diharapkan pelatihan ini berkesinambungan dan didukung oleh para stakeholder antara lain (Pemerintah Pusat/Daerah/Kota, Perbankan, KADIN) sehingga hasil pelatihan ini dapat menciptakan wirausaha yang tangguh dan berdaya saing, serta dapat menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran di DKI Jakarta.” (fitri)

 

Leave a Comment