JAKARTA (Pos Sore) — Produsen plastik Sinar Joyoboyo memberikan apresiasi kepada UKM di wilayah kabupaten Banyumas. Mengapa Banyumas, karena perkembangan UKM di wilayah Jawa Tengah itu cukup pesat dan membanggakan. Dalam kurun waktu 2006 – 2009 jumlahnya alami peningkatan. Jika sebelumnya 643 unit usaha meningkat menjadi 717 unit usaha.
Selain itu, berdasarkan data Disperindagkop tahun 2014 total jumlah usaha yang berada di kawasan pusat produksi UKM Banyumas sendiri berjumlah 160 jenis usaha, dan 100 UKM di antaranya pelaku usaha makanan dan minuman kemasan, sedangkan sisanya 60 UKM berupa produk batik dan handycraft.
”Peningkatan potensi UKM di Kabupaten Banyumas sangat berkaitan dengan penggunaan komoditi plastik, yang digunakan oleh para pelaku UKM,” kata Handoko Saptajaya Sidharta, General Manager Sales & Marketing Joyoboyo, terkait program’Apresiasi Pedagang Plastik & Program Kemitraan Joyoboyo Untuk UKM’ yang digulirkan, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (18/2).
Menurutnya, Banyumas menjadi wilayah dengan tingkat penggunaan komoditi plastik tertinggi, yakni senilai 20% dari skala nasional. Kondisi ini ditunjang data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2013 yang menyebutkan jumlah wirausaha Indonesia alami peningkatan sebanyak 1,63 % dibanding tahun 2012 dengan total 56,5 Juta wirausahawan. Peningkatan jumlah wirausaha tersebut, sebanyak 58,51% berada di wilayah Jawa Tengah, khususnya kabupaten Banyumas.
Itu sebabnya, program itu pada tahun ini difokuskan di wilayah Jawa Tengah. Secara teknis pelaksanaan, apresiasi pedagang dari Joyo Boyo berupa pemberian emas batangan untuk para pedagang plastik di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penghargaan tersebut didasari atas kontribusinya terhadap komoditi plastik di masing-masing wilayah.
Sedangkan program kemitraan UKM berupa binaan untuk para pedagang, sekaligus memberikan dukungan dalam bentuk perlengkapan pendukung dan jaminan ketersediaan komoditi plastik demi menyokong kebutuhan usaha UKM.
“Untuk program pembinaan UKM secara nasional, Banyumas memang bukan yang perdana. Kami telah menggelar sebelumnya sekaligus menjadi pilot project yakni di wilayah yang plaing dekat dengan kantor pusat kami di Magelang,” tambahnya.
Kegiatan kemitraan UKM ini dalam berbagai program mulai dari pembinaan pedagang, peningkatan infrastruktur pendukung pedagang, workshop/seminar dengan pelaku UKM dan kerjasama even antara perusahaan Joyo Boyo dengan kegiatan komunitas atau UKM tertentu.
Handoko menyebut angka penyerapan komoditi plastik nasional sendiri, sebanyak 60% penggunaannya lebih banyak digunakan untuk mendukung industri FMCG, yang salah satunya berada di kawasan pasar tradisional sebagai target keseharian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sisanya berada pada sektor industri lainnya, seperti pertanian dan perkebunan.
“Harapan kami, selain mampu memproduksi plastik bagi para pelaku UKM di berbagai sektor, kami selalu berupaya membuka kesempatan bagi pelaku usaha yang jeli terhadap peluang bisnis khususnya di komoditi plastik. Kami siap memberikan dukungan ketersediaan plastik, sekaligus menyosialisasikan penggunaan plastik yang HEBAT atau hemat, baik & sehat, sehingga mampu mendukung usaha secara maksimal baik,” tambahnya.
Program ini juga diapresiasi dan didukung pemerintah daerah khususnya Disperindagkop Kabupaten Banyumas. “Kami menyambut baik pihak-pihak yang mampu memberikan andil dan pengaruhnya terhadap kemajuan industri mikro khususnya di wilayah kami. Hal tersebut akan mampu meningkatkan persentase kontribusi pengusaha terhadap perekonomian Banyumas,” kata Ir. Joko Wikanto, MM, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Banyumas.
Dikatakan program pengembangan UKM sudah lama menjadi bagian dari fokus Desperindagkop Kabupaten Banyumas. “Secara khusus memang bagiannya sudah ada, dengan cakupan penananganannya bertambah semakin luas,” katanya.
Menurutnya, adalah penting pengembangan usaha mikro bagi kemajuan ekonomi daerah karena diharapkan mampu memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian nasional. (tety)
