JAKARTA (Pos Sore) — Kasus bentrokan berujung maut yang terjadi di Batam harus menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Presiden perlu blusukan untuk mendengar aspirasi prajurit institusi kepolisian dan TNI Angkatan Darat (AD).
Dengan cara itu Jokowi bisa mendapatkan jalan keluar bagaimana cara menyelesaikan akar masalah dari konflik antara TNI AD dengan Polri yang kerap terjadi setelah institusi Polri dipisahkan dengan TNI pada awal reformasi lalu.
“Akar konflik ini sejak pemisahan TNI-Polri dan masalahnya belum tuntas. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Jenderal selama 10 tahun lalu memimpin seharusnya bisa menyelesaikan. Tapi, karena belum selesai, ini menjadi tugas Presiden Jokowi,” tegas anggota dewan pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat.
“Akar konflik ini sejak pemisahan TNI-Polri dan masalahnya belum tuntas.”
Wakil rakyat dari Dapil Sumut ini menilai hal ini jadi tugas berat Jokowi. Akar masalahnya berawal dari pemisahan Polri dari TNI yang berdampak pada kecemburuan satu sama lain.
Sekarang saatnya Jokowi harus membuktikan bisa menyelesaikan akar masalah tersebut.
“Jokowi bisa memakai resep blusukan itu. Blusukan ke tangsi, barak, dan asrama TNI-Polri. Melalui blusukan, Jokowi bisa mendengar apa yang menjadi masalah di tingkat bawah.”
“Tentara dilatih untuk membunuh musuh. Polisi dilatih untuk mengamankan masyarakat, malah membunuh TNI. Itu kan salah.”
Setelah tahu akar masalahanya, lanjut Martin, Jokowi harus secepatnya membuat keputusan atau kebijakan untuk mencegah tidak terulangnya bentrokan antarkedua institusi aparat pemerintah itu.
“Tentara dilatih untuk membunuh musuh. Polisi dilatih untuk mengamankan masyarakat, malah membunuh TNI. Itu kan salah,” kata Martin.(akhir)
