20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

JK Layak Jadi Capres Alternatif Partai Golkar

JAKARTA(Pos Sore)–Pengamat politik dan ekonomi Holden Makmur menyarankan  Jusuf Kalla bisa  dimunculkan sebagai calon presiden(capres)  alternative untuk berhadapan dengan Joko Widodo  atau Jokowi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP). “Kalau memang Partai Golkar harus mengganti Abu Rizal Bakri(ARB), maka yang menggantikan itu adalah Jusuf Kalla,”kata Holden kepada wartawan di Jakarta, Minggu(13/4) menanggapi dinamika politik yang terus berkembang menuju pemilihan presiden nanti.

Menurut dia, setelah melihat hasil sementara perolehan suara  pada pemilu kemarin, partai-partai politik hendaknya lebih arif dan bijaksana memilih capresnya masing-masing. Partai harus meneropong  keinginan masyarakat seperti  apa presiden dan wakil presiden nanti.“Presiden dan wakilnya memang benar-benar sesuai keinginan masyarakat,”ujarnya.

Terkait   adanya dinamika dinternal Partai Golkar yang meminta  mengevaluasi pencalonan ARB, Holden menyatakan, aspirasi  tersebut hendaknya bisa dijadikan sebagai peluang untuk menempatkan Partai Golkar menjadi  pemenang pilpres. “Partai Golkar dengan bijaksana bisa  merubah capresnya,”katanya seraya menambahkan, calon alternative itu adalah Jusuf Kalla, yang pernah menjabat ketua umum Partai Golkar dan Wakil Presiden.

Pencalonan Jusuf Kalla ini akan semakin seru kalau  calon wakilnya itu antara Hary Tanoesodibyo atau Gita Wirjawan. Kedua tokoh ini sama-sama berpotensi dan kompetensi, punya rekam jejak yang bagus, latar belakang pendidikan  yang tinggi dan punya pergaulan di masyarakat internasional.

“JK benar-benar punya cawapres yang  mau bekerja keras  memenangkan pemilihan presiden itu, kalau bukan Harry ya Gita,  keduanya  sama kuatnya untuk menggolkan JK,”kata Holden.

Namun kata dia, jika JK gagal diusung Partai Golkar, maka masih ada peluang lain, yakni  gabungan partai-partai politik Islam   ditambah partai beraliran nasionalis mengusung JK.  Perolehan suara partai-partai ini bisa mencapai 30 persen , dengan demikian memenuhi syarat untuk mengusung capres dan cawapresnya.  Holden menyebut ini sebagai Poros Tengah Jilid II, yaitu gabungan partai berasaskan Islam dan beraliran nasionalis.

Meski  demikian, Poros Tengah Jild II  tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Sedangkan  cawapres  Jokowi yang tepat  itu menurut Holden adalah Ketua DPP PDIP yang juga putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani.  Dengan demikian, pilpres nanti adalah pertarungan antara kubu banteng dengan kubu beringin. Holden memperkirakan,  kompetisi di pilpres pun  semakin fair.  “Saya berharap pimpinan partai bisa lebih arif dan bijaksana memilih  siapa capres dan cawapresnya,”imbuhnya. (andoes)

Leave a Comment