22.9 C
New York
05/05/2026
Aktual

JICA Tertarik Pelajari Program Pengembangan Keuangan Mikro Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) –– Japan International Cooperation Agency (JICA) yang diwakili Ono Tomohiro dan Uno Junko, mengungkapkan kekagumannya melihat perkembangan keuangan mikro di Indonesia yang dinilainya sudah sangat bagus. Utamanya, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya hanya 9% tanpa agunan.

“Itu sebabnya, JICA tertarik untuk mempelajari program pengembangan pembiayaan mikro di Indonesia,” kata Sesmenkop UKM Agus Muharram, usai menerima kunjungan perwakilan JICA di kantornya, Jakarta, Jumat (5/2).

JICA juga tertarik dengan beberapa skema pembiayaan untuk mikro baik. Lembaga keuangan mikro yang ada di Indonesia antara lain BRI, BPR, BKD, Pegadaian, KSP dan beberapa lainnya.

Koperasi juga dianggap dapat membantu para pelaku usaha skala UKM untuk mengakses pembiayaan lebih mudah. Sedangkan jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 57,9 juta unit.

Agus menambahkan, JICA juga tertarik untuk mempelajari bagaimana pemerintah Indonesia melakukan program pemberdayaan pelaku usaha khususnya kaum perempuan. Di antaranya, melalui program bantuan dana bagi pengembangan koperasi wanita atau program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkasa).

Sejak 2015, Kemenkop UKM juga telah menyalurkan program bantuan ini kepada 742 unit koperasi di 34 provinsi dengan total bantuan sebesar Rp 50 miliar.

“Jadi mereka sangat menghargai upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah,” katanya.

Menurutnya, pertemuan dengan perwakilan JICA ini membuka peluang kerjasama kedua belah pihak di bidang Koperasi UKM. Kedua instansi akan memperkuat pertukaran informasi mengenai program-program pengembangan KUMKM.

Kemenkop UKM dan JICA juga akan memfasilitasi pengembangan kerjasama usaha dan pemasaran dalam rangka meningkatkan akses dan perluasan pasar produk KUMKM, antara lain melalui promosi dagang, pameran, kerjasama pemasaran serta menciptakan kemitraan usaha. (tety)

Leave a Comment