10.7 C
New York
04/05/2026
Aktual

Jepang Ingin Kembangkan Bisnis dan UMKM di Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menerima delegasi ekonomi dari Provinsi Toyama, Jepang. Tujuan delegasi ini datang ke Indonesia untuk lebih meningkatkan kerjasama ekonomi antara Provinsi Toyama dengan Indonesia.

Jelas, Indonesia menerima kunjungan delegasi ekonomi Jepang yang dinilai positif itu. Terlebih
kerjasama ekonomi antar kedua negara itu sifatnya harus saling melengkapi. Artinya, produk yang tidak ada di negara yang satu akan diisi oleh produk asal negara lainnya.

“Dengan saling melengkapi itulah, kerjasama ekonomi antar dua negara bisa berjalan dengan baik. Terlebih lagi Indonesia yang berpenduduk 240 juta jiwa merupakan pasar potensial,” kata Agus, di Jakarta, Selasa (6/10).

Kepada Gubernur Toyama Ryuichi Ishii, Agus menjelaskan jumlah UMKM di Indonesia mencapai 57,9 juta unit yang sebagian besar tergabung dalam Koperasi. Para pelaku usaha ini sudah memiliki Nomor Induk Koperasi yang bisa diakses langsung via website resmi Kementerian Koperasi dan UKM.

Agus juga berharap perusahaan Jepang di Indonesia, khususnya yang dari Toyama, tidak melakukan PHK meski kondisi ekonomi global tengah mengalami pelambatan. Terlebih Indonesia selama ini sudah menjadi pasar yang bagus bagi produk-produk manufaktur asal Jepang.

Agus menambahkan, di Indonesia ada program magang bagi SDM di perusahaan-perusahaan Indonesia. Ini bisa menjadi kesempatan baik untuk program magang dan Bea siswa di Toyama, Jepang.

Pihaknya pun berharap tahun depan ada kerjasama konkrit dalam pengembangan SDM Indonesia bisa magang di Jepang. “Misalnya, SDM kita dilatih di Jepang untuk bidang packaging produk UMKM yang masih menjadi kelemahan kita. Atau, pihak Jepang mendatangkan trainer ke Indonesia,” tambah Agus.

Sementara itu, Gubernur Toyama Ryuichi Ishii mengungkapkan, sesungguhnya sudah banyak perusahaan asal Toyama yang berinvestasi di Indonesia, seperti YKK Corp yang sudah ada di 70 negara, Nachi-Fujikoshi, Tanaka Selmitsu Kogyo, dan sebagainya.

“Wilayah Toyama dikenal selain sebagai sentra manufaktur dan pariwisata, juga dikenal sebagai sentra industri farmasi dengan omzet mencapai 608,9 miliar Yen,” sebutnya.

Pihaknya juga menyiapkan program magang dan beasiswa di Toyama yang kemudian disalurkan ke perusahaan-perusahaan di Toyama atau perusahaan patungan yang ada di Indonesia. Kerjasama penerimaan trainee sudah dilakukan sejak tahun 2000 dengan jumlah 114 orang.

Ryuichi pun berharap adanya dukungan dari Indonesia bagi perusahaan Prefektur Toyama yang sudah masuk ke Indonesia. Juga, meminta dukungan terhadap lingkungan investasi karena anyak perusahaan ‎di Toyama yang ingin mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

“Kami Mohon dapat berinvestasi dengan lancar seperti mengurangi jumlah modal disetor minimal bagi perusahaan luar negeri di Indonesia,” harapnya. (tety)

Leave a Comment