JAKARTA (Pos Sore) — Pengusaha kontruksi lokal diminta mampu bersaing untuk menghadapi persaingan pasar bebas ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 mendatang. Dengan pelatihan serta profesionalitas yang dimiliki kontraktor lokal diyakini bisa bersaing dengan kontraktor negara-negara lain.
“Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing kontraktor lokal yakni dengan cara memberikan pelatihan yang dibarengi spesialisasi atau keahlian yang dapat bersaing di tingkat global,” Sekretaris Umum DPD Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPEKSINDO) DKI Jakarta, Mardin Zendrato disela acara pelatihan manajemen dan kinerja bagi badan usaha jasa konstruksi kualifikasi non kecil di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, kemarin.
Mardin menjelaskan, kegiatan pelatihan yang melibatkan 45 badan usaha dari 1985 anggota Gapeksindo DKI ini diharapkan mereka bisa go internasional dengan mengerjakan proyek di luar negeri. Karena pengerjaan proyek di luar negeri prosedurnya tidak rumit.
“AFTA jangan dianggap sebagai tantangan berat, meski kita berkompetisi dengan perusahaan asing.”
“AFTA jangan dianggap sebagai tantangan berat, meski kita berkompetisi dengan perusahaan asing. Tapi mari kita tunjukkan kompetensi bahwa kita mampu, inilah peluang kita untuk meraih kesempatan besar ini,” papar Mardin.
Mardin mengungkapkan, kontraktor lokal juga perlu mendapat dukungan perbankan yang saat ini dirasakan masih kurang, terutama dalam bersaing dengan kontraktir asing.
Selain itu, di era globalisasi nanti, kontraktor tidak boleh bekerja secara setengah hati, namun harus selalu mengedepankan profesionalisme agar tidak kalah bersaing dengan kontraktor asing.
“Memang tidak mudah untuk menjadi kontraktor yang profesional. Perlu waktu dan proses secara berkelanjutan dengan melakukan sejumlah terobosan,” tukas Mardin.(dodo)
