JAKARTA (Pos Sore) — Pangdam Iskandar Muda (IM) Mayjen TNI Agus Kriswanto mengajak BUMN meneruskan kiprah membangun di Provinsi Aceh. TNI mengapresiasi berbagai kegiatan bantuan bagi masyarakat di Bumi Serambi Aceh oleh berbagai BUMN, khususnya Perum Jamkrindo.
“Kami ingin misi BUMN sukses di Aceh, tak hanya saat ini namun terus secara berkala memberikan bantuan yang bermanfaat di Aceh. Saya berharap sinergi dan kemitraan yang terbangun selama ini di Aceh bisa terus dilanjutkan.,” kata Agus Kriswanto, dalam acara penyerahan bantuan 1945 bibit mangrove dari Perum Jamkrindo, di Banda Aceh Minggu (16/8).
Kepala Biro Perencanaan SDM dan Organisasi Kemenneg BUMN,Oni Suprihartono mengatakan kementeriannya memang mewajibkan semua BUMN untuk menyisihkan dividennya untuk kegiatan bantuan. Bentuknya berupa program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL).
“Untuk tahun ini, Menteri BUMN, memandatkan kepada ratusan BUMN untuk bisa berkiprah di seluruh provinsi dalam rangka menyambut HUT ke-70 RI,” katanya.
Perum Jamkrindo dalam kesempatan itu menyerahkan bantuan berupa pemberian bibit mangrove ke tiga kota di Provinsi Aceh. Tida kota itu adalah Banda Aceh, Meulaboh dan Lhoksemawe, masing-masing sejumlah 1945 bibit mangrove/bakau.
Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S. Anwar mengatakan kegiatan bantuan bina lingkungan ini diberikan sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-70 Kemerdekaan RI. Kementerian Negara BUMN, memandatkan kepada Jamkrindo bersama rekaan BUMN lainnya untuk berkiprah di Provinsi paling ujung barat Indonesia ini agar bisa menghibahkan bantuannya kepada masyarakat Aceh.
“Kami bersama pemangku kepentingan ingin pemberian bibit mangrove ini bisa bermanfaat secara jangka panjang bagi masyarakat pesisir di Aceh pada khususnya,” katanya.
Diding menjelaskan, ekosistem hutan bakau tidak hanya bermanfaat bagi penghijauan dan pelindung abrasi laut. Bakau juga tempat kehidupan keanekaragaman hayati mampu berkembang dengan baik, sehingga pada ujungnya bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pihaknya berharap, pemberian bantuan bina lingkungan bibit mangrove ini secara jangka panjang mampu memberikan nilai ekonomi kepada warga sekitar. Harapan ini sejalan dengan tujuan Perum Jamkrindo untuk mengangkat perekonomian masyarakat khususnya di sektor usaha mikro kecil menengah dan koperasi.
“Bila kita menilik dari program nawa cita yang diamanahkan Presiden Joko Widodo, salah satunya adalah mengangkat ekonomi kerakyatan, dan kemaritiman. Maka kegiatan penanaman dan penghijauan melalui mangrove ini tentu sangatlah tepat,” ujarnya.
Mangrove juga sangat terkait erat dengan kehidupan pesisir yang masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Nelayan dengan perkumpulan atau koperasinya adalah salah satu dari fokus utama tujuan penjaminan di Perum Jamkrindo.
“Sayangnya dari jumlah pelaku usaha nelayan yang cukup besar di Indonesia ini mayoritas masih menemui kendala klasik, yakni kesulitan mengakses permodalan. Kendati UMKMK layak atau feasible mendapatkan permodalan, namun mereka dinilai tidak bankable. Mereka sulit memenuhi persyaratan kredit karena faktor jaminan dan administrasi lainnya,” katanya.
Di sisi lain pemerintah terus berkomitmen memajukan usaha mikro kecil dengan cara mendorong peningkatan kucuran kredit di sektor ini melalui berbagai lembaga keuangan baik bank maupun nonbank. (tety)

