30/04/2026
Aktual

Jamkrindo-Kemenkop UKM Sinergi Kembangkan UMKMK di Aceh

JAKARTA (Pos Sore) — Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) bersama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) bersinergi memajukan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi di Provinsi Aceh.

Sebagai bentuk komitmen, kedua lembaga terkait menggelar pameran dan beragam acara dengan melibatkan sebanyak 70 pelaku Usaha mikro kecil menengah dan koperasi (UMKMK) di Banda Aceh.

“Acara ini digelar untuk memajukan sektor UMKMK sekaligus sebagai rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 Republik Indonesia,” kata Menkop UKM RI A.A.G.N.Puspayoga, di Banda Aceh, Senin (10/8).

Deputi Menteri Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo Sabtu, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi sepenuhnya terhadap Perum Jamkrindo dan pemangku kepentingan terkait acara ini.

Ia berharap dengan adanya pelatihan, pendampingan, serta pameran yang diperuntukkan bagi UMKMK ini mampu meningkatkan daya saing sektor ini khususnya masyarakat ekonomi asean (MEA) di akhir 2015 ini.
Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S. Anwar, mengatakan komitmen perusahaannya untuk terus bermitra bersama pemangku kepentingan terkait dalam hal ini kemenkop UKM untuk terus mendukung UMKMK di tanah air.

“Pameran dan bantuan bina lingkungan kami laksanakan sengaja di tengah pasar agar lebih merakyat dan membumi,” katanya.

Dalam kesempatan itu Perum Jamkrindo juga memberikan bantuan bina lingkungan (CSR) kepada 70 pelaku UMKMK, beasiswa, bantuan sembako kepada prajurit TNI/POLRI di Banda Aceh senilai total Rp553 juta. Selain kepada pelaku UMKMK, Perum Jamkrindo juga memberikan bantuan bina lingkungan kepada para mahasiswa di Provinsi Aceh.

“Saya berharap bantuan tersebut bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh baik dari sisi perekonomian dan secara jangka panjang memberikan kontribusi wawasan pendidikan bagi generasi muda di provinsi paling barat Indonesia ini,” tambahnya.

Diding menambahkan, sebagai satu-satunya BUMN bidang penjaminan pihaknya terus mendorong keterjangkauan akses permodalan bagi UMKMK dari lembaga keuangan, dengan cara penjaminan. Seperti diketahui pelaku UMKMK yang saat ini berjumlah sekitar 55 juta pelaku, banyak dinilai belum bankable kendati secara kelayakan usaha sudah feasible.

“Dengan adanya penjaminan dari kami, maka lembaga keuangan akan semakin percaya dan mudah menyalurkan kredit ke sektor UMKMK,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment