22.1 C
New York
24/04/2026
AktualEkonomi

IWAPI Ajak Perempuan Indonesia Mandiri

JAKARTA (Pos Sore) — Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) kini berusia 40 tahun. Ketua Umum DPP Iwapi, Ir Dyah Anita Prihapsari MBA, mengajak perempuan Indonesia mandiri secara ekonomi. Dengan begitu, perempuan akan bisa membiayai kesejahteraan keluarga, sehingga tingkat kriminalitas dan kemiskinan menurun.

“Saya berharap di usia yang ke 40, IWAPI terus berkibar dan menjadikan perempuan Indonesia mandiri secara ekonomi. Di Iwapi sendiri anggotanya terus bertambah yang menandakan perempuan mandiri secara ekonomi,” tandas perempuan cantik itu di sela sela HUT ke-40 IWAPI, di gedung Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurutnya, agar perempuan mandiri secara ekonomi yang ditandai dengan adanya UMKM, harus juga mendapat dukungan dari pemerintah. Terutama terkait biaya ekonomi yang tinggi disusul dengan sulitnya produk Indonesia untuk bersaing dengan produk asing di luar negeri.

“Hal itu karena adanya proteks’ dari negara yang bersangkutan terhadap produknya. Karenanya, pemerintah harus proteksi pelaku usaha. Regulasi harus berpihak pada pelaku usaha agar dapat memiliki daya saing guna menghadapi MEA,” tegas perempuan yang akrab disapa Nita Yudi itu.

Penegasan Nita Yudi itu juga dibahas dalam seminar bertajuk ‘Peluang, Ancaman, dan Kesiapan UKM Wanita menghadapi MEA’. Selain seminar, HUT IWAPI ke-40 juga diisi beberapa kegiatan seperti aksi donor darah, fashion show, bazaar produk barang lokal (garmen, handycraft, makanan, minuman, minuman tradisional (jamu-jamuan), lomba penyajian makanan berbahan dasar laut.

Seluruh perhelatan ini digelar pada 10 – 11 Februari 2015, di Kementerian Koperasi dan UKM.

IWAPI sendiri didirikan pada 1975 oleh dua kakak beradik, Prof. Kemala Motik dan Dr Dewi Motik PMSI. Putri BR. Motik yang adalah pengusaha terkemuka asal Palembang, Sumatra Selatan.

Berdirinya organisasi itu berawal dari sejumlah wanita pengusaha dan hari ini, IWAPI memiliki lebih dari 30.000 anggota di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 85% Usaha kecil, 13% usaha menengah, dan 2% usaha besar. (tety)

Leave a Comment