7.8 C
New York
17/03/2026
Aktual

Istana Janji Penarikan ID Wartawan Tak Akan Terjadi Lagi

Jajaran Redaksi CNN Indonesia menemuiĀ  BPMI Sekretariat Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/9).//Foto: CNN Indonesia<

JAKARTA (Possore.id )- Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden mengaku menyesal telah menarik ID card liputan Istana milik jurnalis CNN Indonesia Diana Valencia.

Kini ID liputan itu telah dikembalikan kepada Diana yang waktunya bersamaan dengan kedatangan Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Titin Rosmasari ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/9).

Kedatangan Titin Rosmasari ke Kompleks Istana Kepresidenan adalah untuk menemui jajaran BPMI dan menanyakan seputar insiden penarikan ID wartawan CNN.

Yang terjadi kemudian adalah pengembalian ID tersebut, disertai janji bahwa ke depan tidak akan pernah terjadi lagi kasus serupa.

Seperti diberitakan sebelumnya, ID tersebut ditarik oleh BPMI Setpres usai reporter CNN Indonesia Diana Valencia, menanyakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan banyak kasus keracunan kepada Presiden Prabowo yang baru kembali dari lawatan ke sejumlah negara, Sabtu (27/9).

Pertanyaan itu sendiri diladeni Prabowo dengan baik dan presiden menjawab secara jelas apa yang ditanyakan wartawan. Namun pertanyaan tersebut oleh BPMI dianggap tidak kontekstual. BPMI kemudian bertindak, menarik ID Diana Valencia. untuk peliputan di kawasan istana presiden.

Tindakan BPMI ini kemudian memancing kritik bahkan kecaman dari sejumlah organisasi pers. Dewan Pers dan PWI menyesalkan, lalu disusul AJI, LBH Pers dan Forum Pemred.

Usai pengembalian ID tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden (BPMI) Yusuf Permana menjamin insiden penarikan ID ini merupakan yang terakhir. Ia menyatakan kejadian serupa takkan terjadi lagi ke depan.

“Kita memahami bahwa tidak akan terulang kembali kejadian ini dan Kepala Biro Pers juga telah menyesal untuk menarik teman-teman,” kata dia Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/9).

Yusuf mengklaim bahwa BPMI menjunjung tinggi azas keterbukaan dan prinsip kebebasan pers sebagaimana yang diatur dalam UU Pers.

Pada kesempatan yang sama, Diana mengatakan BPMI telah berbesar hati meminta maaf atas kejadian yang menimpanya itu.

Ia mengatakan pengembalian ID-nya oleh BPMI itu merupakan salah satu wujud jaminan bagi jurnalis yang bertugas di Istana Kepresidenan untuk bekerja dengan aman ke depan.

“Terima kasih juga ke Biro Pers yang sudah mau kembalikan, berbesar hati juga tadi meminta maaf kepada saya dan juga CNN Indonesia,” ucap Diana. (lia)

Leave a Comment