11.3 C
New York
04/05/2026
Internasional

Iran Tolak Tuntutan Trump, Tapi Minta Maaf Atas Serangannya ke Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump menuntut Iran menyerah tanpa syarat.//Foto: Istimewa

POSSORE,ID, Jakarta –Presiden Amerika Serikat mengeluarkan tuntutan penyerahan tanpa syarat kepada pasukan Iran, menyatakan tujuan operasional AS diharapkan selesai dalam empat hingga enam minggu.

Ia juga menyebut putra Ayatollah Ali Khamenei sebagai “ringan tangan” dalam komentar terkait calon pemimpin Iran.

Iran menolak tuntutan tersebut namun mengucapkan maaf atas serangannya terhadap negara-negara tetangga kawasan Teluk, yang sebelumnya dilakukan untuk menekan penghentian perang namun tidak berhasil sesuai harapan.

Serangan Iran terhadap wilayah sekitar Selat Hormuz menyebabkan lalu lintas maritim terhenti, berdampak pada kenaikan harga minyak dan gas global secara signifikan.

Indonesia tengah mengkaji keberlanjutan subsidi bahan bakar sebagai antisipasi, sementara Filipina mempersiapkan langkah hemat energi.

Negara-negara Eropa termasuk Italia, Spanyol, Prancis, dan Belanda akan mengirimkan aset angkatan laut untuk melindungi Siprus dalam beberapa hari mendatang guna mengamankan navigasi di Laut Merah.

Selain itu, AS telah meminta bantuan Ukraina yang memiliki pengalaman dan teknologi efektif dalam menangani serangan drone Iran di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Gedung Konsulat negara-negara yang terlibat konflik di Hong Kong meningkatkan keamanan dengan patroli tambahan. Banyak warga Amerika yang berada di Timur Tengah mengaku harus menyelamatkan diri dengan biaya sendiri karena kurangnya bantuan dari pemerintah mereka.

Pemerintah AS juga merespons ringan bantuan informasi dari Rusia kepada Iran terkait target serangan, menyatakan hal itu tidak memengaruhi operasi militer.(lia/dola)

Leave a Comment