25 C
New York
20/06/2024
Ekonomi

INSA: Harga Produksi Galangan Kapal Nasional Mahal 30 Persen Dari Impor

JAKARTA (Pos Sore) –Wakil Ketua Umum II INSA (Indonesian National Shipowners’ Association (INSA),Darmadi mengatakan, pihaknya mendorong pengembangan industri galangan kapal nasional untuk mendukung peningkatan konektivitas domestik.

“Space/kapasitas terpasang galangan kapal dalam negeri untuk reparasi kapal juga masih terbatas dan belum mampu mencukupi kebutuhan bagi kapal-kapal dalam negeri, terutama kapal-kapal dengan ukuran besar.”

Industri galangan katanya, merupakan satu dari puluhan industri yang terkait langsung dengan industri pelayaran. Untuk itu, INSA sebagai pengguna jasa galangan kapal nasional menunjukkan komitmennya dengan membangun kapal di dalam negeri.

Jika merujuk pada tren impor kapal yang dikeluarkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pembelian kapal dari luar negeri terus mengalami penurunan dalam enam tahun terakhir dari 2010.

Namun sayangnya, pelayaran nasional masih mengalami beberapa hambatan saat menggunakan jasa galangan kapal dalam negeri. Hambatan itu seperti harga produksi galangan kapal dalam negeri yang lebih tinggi 10%-30% dari produk asing atau impor dan waktu produksi relatif lebih lama.

Hal ini dikarenakan minimnya dukungan industri komponen dan penunjang lainnya. Hambatan lainnya, pembiayaan pembangunan kapal di galangan domestik relatif sulit diperoleh dari lembaga keuangan dalam negeri, suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga perbankan atau lembaga pembiayaan di luar negeri, industri penunjang atau komponen belum bertumbuh sehingga 60%-70% dari komponen kapal masih impor.

“Space/kapasitas terpasang galangan kapal dalam negeri untuk reparasi kapal juga masih terbatas dan belum mampu mencukupi kebutuhan bagi kapal-kapal dalam negeri, terutama kapal-kapal dengan ukuran besar,” ungkapnya Rabu (10/11).

Menurutnya, sejak dikeluarkannya Inpres 5/2005 tentang Pemberdayan Industri Pelayaran Nasional, sepatutnya industri galangan nasional terdampak positif dari aturan tersebut. Inpres tersebut mengamanatkan tumbuh kembangnya industri perkapalan termasuk industri pelayaran rakyat, baik usaha besar, menengah maupun usaha kecil serta koperasi dengan cara, mengembangkan pusat-pusat desain, penelitian dan pengembangan industri kapal .

Mengembangkan industri bahan baku dan komponen kapal, mengembangkan standarisasi komponen kapal. “Dan memberikan insentif kepada perusahaan pelayaran yang membangun atau mereparasi kapal di dalam negeri atau yang melakukan pengadaan kapal di luar negeri dengan menerapkan skim imbal produksi.” (fitri)

Leave a Comment