JAKARTA (Pos Sore) — Tren digital semakin booming. Ini ditandai dengan kian menjamurnya bisnis online. Sebelum terjun ke bisnis berbasis online, pelaku usaha harus memahami bisnis online itu sendiri. Tentunya, agar usaha yang dijalankan tidak layu sebelum berkembang.
Di hadapan peserta diskusi bulanan Humas Kemenkop UKM dan Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bertema ‘Peluang dan Tantangan Koperasi dan UKM dalam Bisnis E-Commerce’, di Kemenkop UKM, Selasa (9/2), Fajrin Rasyid, Co Founder Bukalapak.com memberikan beberapa tips agar sukses menjalankan bisnis online.
“Pertama, kita kenali dulu kesalahan yang sering dibuat pebisnis online. Kesalahan yang paling sering dilakukan pedagang, adalah tidak memperlakukan diri mereka sebagai pembeli,” paparnya.
Karenanya, kita harus bisa mengenali kebiasaan para pembeli sebelum melakukan transaksi jual beli via online melalui berbagai media di internet.
Tips kedua, pembeli yang ingin berbelanja online umumnya memperoleh barang dengan cara search terlebih dahulu produk yang mereka cari. Karenanya, cantumkan dengan jelas produk yang akan ditawarkan.
“Misalnya kita mau jual produk ‘Kripik Pisang Fajrin’, maka jangan hanya menulis ‘Fajrin’. Tulislah lengkap dangan nama produknya. Maka kalau orang search kripik pisang, maka produk kita akan ikut muncul dalam hasil pencarian di Internet,” ujarnya.
Ketiga, menetapkan harga yang wajar dan masuk akal. Harus diingat, kita bukan satu-satunya penjual yang menawarkan produk tersebut. Maka salah satu yang memperbesar peluang produk kita dibeli adalah sisi harganya.
“Pembeli yang search itu 50% sudah ingin membeli. Asal produk yang kita tawarkan wajar dan masuk akal, orang pasti beli. Begitu kira-kira tipsnya agar produk kita dilihat saat belanja online,” terangnya.
Ia menyadari tantangan bisnis bagi pemula adalah masalah modal dan distribusi produk. Dengan adanya internet kedua, hal tersebut bisa diatasi. Ini artinya, pebisnis pemula yang memiliki usaha berskala kecil tidak memerlukan banyak modal.
“Nanti setelah ditawarkan melalui internet dan ada yang beli, baru keluar modal. Selain itu, melalui internet pula, distribusi bisa dilakukan ke seluruh Indonesia maupun dunia sehingga sangat menguntungkan,” kata Fajrin.
Uuntuk berjualan di internet, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah konten.
“Karenanya, ada istilah content is king. Jadi, kalau jualan melalui e-commerce, yang penting barang dagangannya karena yang paling mengerti pasar Indonesia ya orang Indonesia sendiri,” ujarnya memberi penjelasan.
Masalah keamanan, kalau di Bukalapak pembeli dan penjual terjamin keamanan transaksinya. Sebab, pembeli yang membeli barang mentransferkan uangnya ke rekening Bukalapak sebelum barangnya sampai.
“Setelah barang dikirim oleh penjual dan diterima oleh pembeli, baru nanti Bukalapak akan mentransferkan uang tersebut ke si penjual, sehingga 100 persen garansi aman,” katanya.
Fajrin mengatakan, Bukalapak hadir bukan untuk menjadi pesaing bagi UKM tetapi mitra yang menyediakan platform bagi pebisnis UKM untuk mempromosikan barang dagangannya. Ia pun mempersilakan pelaku UKM yang ingin menjual produknya di Bukalapak. (tety)
