06/05/2026
AktualGaya Hidup

Infertilitas pada Pria: Merokok Dapat Menurunkan Jumlah Sperma

Menteng-20160812-02898

JAKARTA (Pos Sore) – Diperkirakan saat ini ada 15% pasangan di dunia yang mengalami infertil. Artinya, mereka tidak dapat memiliki keturunan secara alamiah meskipun rutin berhubungan seksual tanpa pengaman setidaknya dalam waktu 1 tahun atau lebih. Penyebabnya, lebih dari 50% berasal dari faktor pria.

Lantas, mengapa pria bisa mengalami gangguan infertilitas atau kesuburan? Banyak faktor. Mulai dari gangguan hormonal, masalah fisik hingga masalah psikologis. Infertilitas pada pria merupakan proses yang sangat kompleks.

“Beberapa penyebab infertilitas pria di antaranya adanya varikokel, yaitu pelebaran pembuluh darah vena di testikel. Ini menjadi penyebab utama infertilitas pada pria yang dapat diterapi,” jelas Dr. Sigit Solichin, SpU dari Klinik Urologi RSU Bunda Jakarta, dalam media gathering ‘Pilihan Pekerjaan Bisa Berdampak pada Infertilitas Pria’, di RSU Bunda, Jumat (12/8).

Menurutnya, penyebab verikokel sendiri sampai saat ini tidak jelas. Namun, ia menduga ada kaitannya dengan regulasi pengaturan suhu pada testikel yang mengalami gangguan. Verikokel ini menyebabkan kualitas sperma yang diproduksi cacat atau tidak berkualitas.

Ia memaparkan, agar dapat terjadi kehamilan pada pasangan, maka harus dihasilkan sperma yang sehat dan jumlah yang cukup. Untuk menghasilkan sperma sehat dan cukup, prosesnya diawali sejak awal masa pubertas di masa pertumbuhan organ reproduksi pria.

“Setidaknya, salah satu dari dua testikel harus berfungsi normal, disertai produksi testosteron dan hormon-hormon lain yang berperan dalam menstimulasi produksi sperma,” paparnya.

Selain itu, kata dia, sperma harus terbawa melalui cairan semen. Begitu diproduksi di testikel, akan dialirkan bersama-sama dengan cairan semen dan dikeluarkan saat ejakulasi dari ujung penis. Jumlah sperma yang ada dalam cairan ejakulasi harus cukup agar peluang terjadi pembuahan, tinggi.

Jumlah sperma yang kurang dari 15 juta per milimeter semen atau jumlah total sperma kurang dari 39 juta per ejakulasi dianggap rendah. Selain jumlah yang cukup, bentuk dan gerakan sperma harus baik sehingga dapat memenetrasi sel telur.

Dikatakan, infeksi juga dapat memengaruhi produksi dan kualitas sperma, atau menyebabkan penyumbatan pada saluran sperma. Beberapa infeksi dapat menyebabkan kerusakan testikel permanen, namun sebagian besar kasus spermanya masih dapat diselamatkan.

“Penyebab lain infertilitas pria sangat beragam, misalnya gangguan antibodi di mana antibodi menyerang sperma karena dianggap benda asing, tumor pada organ reproduksi pria, gangguan keseimbangan hormon, atau kelainan bawaan di mana testikel yang tidak turun ke skrotum tetapi tetap berada di rongga perut, atau gangguan kromosom pada sperma,” tambah Dr. Sigit Solichin, SpU.

Ditambahkan, beberapa gaya hidup tidak sehat juga dapat berimbas negatif terhadap kesuburan pria. Misalnya saja merokok yang secara signifikan dapat menurunkan jumlah sperma dan motilitas sperma.

Konsumsi alkohol dalam jumlah banyak dan jangka waktu lama, penggunaan steroid anabolik juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

“Bahkan, olahraga berlebihan pun dapat menghasilkan hormon adrenalin berlebihan yang menyebabkan defisiensi testosteron yang berujung pada infertilitas,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment