24.2 C
New York
25/07/2024
Aktual

Industri Sawit Jadi Pilar Ekonomi Nasional

KUTA (Pos Sore) —  Indonesia menerapkan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan tak hanya untuk kebutuhan masa depan namun juga menjaga keutuhan lingkungan.

Selain itu standarisasi yang juga akan diakui dunia itu bakal mampu menangkal kampanye negatif LSM asing terhadap produk-produk sawit Indonesia, kata Menteri Pertanian Suswono ketika membuka 4th International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) di Kuta, Bali, Rabu (12/2).

Mentan menyebut penerapan industri sawit yang berkelanjutan atau sustainable ini salah satunya dengan pemberlakuan standarisasi perkebunan kelapa sawit Indonesia lestari atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“ISPO ini bersifat  wajib bagi semua pelaku usaha sawit yang ada di Indonesia,” jelas Suswono lagi.

Mentan mengungkap hingga kini,  masih banyak kebun sawit yang hingga saat ini belum mengantongi sertifikat ISPO. “Baru ada 40 kebun sawit yang telah mengantongi sertifikat ISPO. Sementara yang sudah dalam proses sertifikasi ada 73 kebun. Kami dorong agar perusahaan berupaya mengantongi sertifikat ISPO, paling akhir 2014,” jelas mentan.

Terpisah Direktur Tanaman Tahunan Kementan Hendrajat Natawidjaya mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada 11 perusahaan sertifikasi yang melibatkan 430 tenaga auditor untuk yang melakukan sertifikasi terhadap kebun sawit. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan kebun yang harus disertifikasi.

“Karena itu kami akan menambah tenaga auditor, dan bulan ini  ada tambahan 44 orang lagi,” katanya.

Ditempat yang sama Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan mengakui industri kelapa sawit telah menjadi pilar perekonomian nasional karena memacu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terpencil.

Karenanya, perusahaan sawit wajib merangkul masyarakat. Dengan terlibat di perkebunan, kata Menhut, akan timbul rasa memiliki dan otomatis masyarakat akan menjaga kebun mereka dari potensi konflik.

Dalam ICOPE ke 4 yang merupakan gagasan forum kerjasama antara PT SMART Tbk., CIRAD, dan WWF Indonesia ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi bahwa industri sawit Indonesia merupakan usaha dan model yang tepat untuk pembangunan pertanian berkelanjutan di masa depan, tambah Direktur Utama PT SMART Tbk. Daud Darsono.

Ia menyebut gelaran ini dapat menampilkan banyak upaya untuk menjadikan budidaya kelapa sawit sebagai model pertanian berkelanjutan yang  bermanfaat secara ekonomi dan pelestari lingkungan. (fent)

Leave a Comment