03/05/2026
Aktual

Indonesia Waspada Virus Ebola

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, memastikan, Indonesia masih aman dari virus Ebola. Meski begitu, menkes meminta masyarakat Indonesia tetap waspada.

“Indonesia harus mewaspadai virus ebola. Laboratorium juga sudah disiagakan. Artinya, bila ada gejala, langsung diobservasi,” kata Menkes di kantor Kemkes, di Jakarta, Senin (4/8).

Menkes menjelaskan, seseorang yang terkena virus ebola umumnya memiliki gejala seperti demam, lemah, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, muntah, diare, ruam pada kulit, kerusakan ginjal dan hati, serta perdarahan dalam tubuh. Penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh.

“Jadi, kemungkinan warga negara Indonesia untuk tertular virus ebola sangat kecil. Hanya sedikit orang Indonesia yang ke sana (Liberia, Nigeria, dan Sierra Leona). Penerbangan langsung ke sana juga tidak ada. Lalu lintas komunikasi tidak ada yang langsung. Jadi tingkat Indonesia baru waspada,” ujarnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, menambahkan, hingga kini WHO belum mengeluarkan travel warning dalam bentuk apa pun. Tetapi memang CDC Amerika Serikat telah mengeluarkan semacam peringatan untuk menghindari perjalanan yang tidak begitu perlu ke tiga negara terjangkit ebola.

“Sekarang ini ada 39 bandara internasional di 35 negara yang punya penerbangan langsung dari tiga negara terjangkit Ebola. Negara-negara itu ada di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, tidak ada dari Asia. Penularan melalui penerbangan komersial juga relatif kecil, dan saat ini belum ada penerbangan langsung ke Asia. Tetapi tentu harus diikuti perkembangannya dan tetap waspada,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan, beberapa negara di Afrika seperti Liberia, Sierra Leone, dan Nigeria tengah menghadapi permasalahan serius terkait penyebaran virus ebola yang begitu cepat. Sampai sekarang belum ada obat dan vaksin yang bisa mengatasi penyakit ini.

Sementara itu, Bank Dunia telah mengucurkan US$ 200 juta dana darurat untuk membantu tiga negara Afrika Barat menangani wabah Ebola. Uang itu akan membantu Liberia, Sierra Leone dan Guinea meningkatkan sistem kesehatan masyarakat dan mengatasi dampak ekonomi dari krisis.

Presiden Bank Dunia, Jim Yong Kim, mengatakan, Ebola menyebabkan kerusakan sistem kesehatan yang sudah lemah di tiga negara tersebut. Pada tahun ini hampir 890 orang meninggal karena Ebola di Afrika Barat.
Ebola membunuh 90% orang-orang yang terinfeksi dan pasien bisa memiliki kesempatan hidup lebih besar jika dirawat sejak dini.

“Gejala awal penderita Ebola tampak seperti flu, tetapi kemudian virus itu menyebabkan pendarahan eksternal dari mata dan gusi, dan pendarahan internal yang dapat menyebabkan kegagalan organ,” tukasnya. (tety)

Leave a Comment