JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) menggagas satu ajang lomba dan pemberian penghargaan khusus penghormatan kepada individu, institusi, atau kelompok yang telah menerapkan atau melalukan inovasi di bidang kesehatan. Nama ajang ini yaitu IndoHCF Innovation Award 2017.
Ketua Umum IndoHCF Dr. dr. Supriyantoro, SpP, MARS, menjelaskan, IndoHCF Innovation Award digelar mulai Januari hingga Mei 2017. Pendaftaran kompetisi dibuka sejak Januari hingga akhir Maret 2017. Selanjutnya, pengumuman finalis atau pemenang dilakukan pada April hingga awal Mei 2017. Sedangkan malam penghargaan digelar pada 23 Mei 2017.
“IndoHCF Innovation Award ini bentuk dukungan dan sumbangsih IndoHCF terhadap peningkatan kesehatan masyarakat Indonesia, dengan misi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (23/2).
Supriyantoro menjelaskan, kesehatan merupakan aspek penting dalam pembangunan bangsa. Seiring dengan berjalannya waktu muncul program-program dan inovasi-inovasi di bidang kesehatan yang membantu peningkatan kesehatan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ada lima kategori dalam ajang IndoHCF Innovation Award ini. Yaitu, Inovasi SPGDT (Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu) Pra-RS, Inovasi Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), Inovasi Alat Kesehatan, Inovasi E-Health, dan Inovasi Seni Kreasi Promosi Kesehatan.
“Dasar pemilihan lima kategori tersebut didasarkan pada pelbagai isu kesesehatan saat ini. Sebut saja terkait SPGDT yang prosentase angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas masih menjadi yang tertinggi di Indonesia. Isu kedua adalah bahwa angka kematian ibu dan bayi juga masih tinggi,” jelasnya.
Supriyantoro menambahkan, untuk kategori pertama, penghargaan diberikan kepada Pemda Kabupaten/Kota yang melakukan inovasi dalam pengembangan/penguatan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu mulai dari lokasi kejadian sampai dengan dibawa ke rumah sakit. Bertujuan untuk mendukung percepatan integrasi SPGDT Pra-RS di suatu daerah.
Untuk kategori kedua, penghargaan diberikan kepada Pemda Kabupaten/Kota yang melakukan inovasi dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak yang sudah diimplementasikan dan dapat diukur keberhasilannya.
“Inovasi yang dihasilkan ini bertujuan untuk percepatan tercapainya peningkatan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam upaya menurunkan angka stunting, morbiditas dan mortalitas,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kategori ketiga, lanjutnya, penghargaan diberikan kepada individu/institusi/kelompok yang melakukan inovasi/temuan di bidang alat kesehatan yang tepat guna dan berdaya guna. Bertujuan untuk mendorong peningkatan produksi alat kesehatan dalam negeri yang berkualitas.
Penghargaan untuk kategori empat diberikan kepada individu/institusi/kelompok yang melakukan inovasi/temuan ICT (Information & Communication Technology) di bidang kesehatan. Bertujuan untuk mendorong pengembangan ICT di bidang kesehatan baik dalam upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
Untuk ketegori lima, penghargaan diberikan kepada individu/institusi/kelompok yang melakukan inovasi/kreasi seni pertunjukan (dalam bentuk kreasi tarian atau parodi) dengan tema promosi kesehatan. Bertujuan untuk mendorong pengembangan kreativitas dalam mengkomunikasikan program promosi kesehatan kepada masyarakat. (tety)

