JAKARTA (Pos Sore)—Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian,Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan mengungkapkan hampir 60 persen komponen industri perkapalan sudah mampu di produksi di dalam negeri.
Sisanya, 40 persen masih di impor. Untuk mendorong agar pemenuhan bahan baku industri perkapalan di dalam negeri makin berkembang, pihaknya membuka peluang dan kemudahan dengan memberikan insentif berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).
“Untuk peralatan seperti radar, metal dan komponen sederhana lainnya sudah mampu di produksi di dalam negeri. Kita punya fasilitas pengembangan teknologi dan disain yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan penelitian mereka.”
Selain itu, pihaknya juga mendorong para pelaku usaha perkapalan untuk mengembangkan industri perakitan di dalam negeri agar harganya lebih murah dan bisa bersaing di dalam negeri.
“Untuk peralatan seperti radar, metal dan komponen sederhana lainnya sudah mampu di produksi di dalam negeri. Kita punya fasilitas pengembangan teknologi dan disain yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengembangkan penelitian mereka,” ungkapnya di sela pembukaan pameran Inamarine 2016, di Pekan Raya Jakarta, Rabu (18/5).
Dengan fasilitas yang ada, katanya, pelaku usaha bisa mengembangkan disain setidaknya melakukan perakitan di dalam negeri dengan komponen kapal yang dihasilkan bisa bersaing di dalam negeri. Apalagi, industri ini sangat strategis untuk pembangunan nasional karena padat karya, modal dan teknologi.
“Industri ini butuh perhatian dari pemerintah agar bisa bersaing dan berkembang jika dibangun dalam negeri. Bahkan saat kunjungan presidin ke PT PAL, sudah ada dua kapal perang yang akan di ekspor. Ini tanda bahwa industri ini dikelola dengan baik jika dirakit di dalam negeri bias di ekspor.”
Terkait dengan pameran Inamarine 2016, Arus menyambut positif mengingat selama ini pameran ini hanya digelar di Singapura. Dengan adanya pemeran ini di Indonesia, diharapkan akan semakin merangsang pengembangan industry kapal di dalam negeri serta memperkuat daya saing produk di pasar global.
Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Nyoman Sudiana pada kesempatan itu menambahkan, Innamarien merupakan momentum bagi insan maritim untuk berinteraksi, berkomunikasi membangun industri perkapalan dengan industri pendukung lainnya.
“Selama ini industri pendukung sangat minim. Kalau ingin membangun industri kapal tidak mencapai skala ekonomi karena harga bahan baku komponen sangat mahal kalaupun dibangun industry assembling di dalam negeri.”
Sekarang, katanya, dengan peran pemarintah dan dunia usaha, kendala ini akan bias teratasi karena ada kerjasama antara pemerintahd an swasta untuk membangun industry perakitan di dalam negeri.
“Komitmen ini sudah berjalan. Setidaknya dengan adanya industry perakitan di dalam negeri, bisa lebih merangsang berkembangnya industri kapal di dalam negeri.” (fitri)
