JAKARTA (Pos Sore) — Puncak peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2015 di Silang Monas, diisi dengan peluncuran Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) revisi 2015 oleh Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, Minggu (26/4).
Buku ini mengalami beberapa perubahan dari sebelumnya. Revisi yang dimaksud, yakni memperpanjang masa penggunaan, dari yang sebelumnya digunakan sejak ibu hamil sampai anak usia 5 tahun menjadi sampai anak usia 6 tahun, yang terintegrasi dengan Program Anak Usia Dini (PAUD).
Selain itu, menginformasikan lebih banyak tentang hak pelayanan kesehatan yang diperoleh ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan anak usia 29 hari – 6 tahun terkait dengan kesehatan ibu dan anak.
Buku itu juga memuat informasi imunisasi dan gizi, termasuk penentuan status gizi dan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang serta penambahan jenis pelayanan imunisasi seperti imunisasi Hib dan IPV.
“Buku KIA ini juga digunakan sebagai salah satu persyaratan pada Program Keluarga Harapan dan Jaminan Kesehatan Nasional,” kata menkes dalm PID 2015 bertema global ‘Close the Immunization Gap, Vaccination for All’ dan tema nasional ‘Bersama Wujudkan Imunisasi yang Tinggi dan Merata’ itu.
Kepada para orangtua menkes mengingarkan agar menjadikan imunisasi sebagai satu dari berbagai hak anak yang harus diberikan kepada anak. Dengan imunisasi, anak terhindar dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian yang dapat disebabkan penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah oleh imunisasi.
“Penyakit-penyakit yang dapat dicegah imunisasi itu seperti Hepatitis B, TBC, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak, Pneumonia dan Meningitis yang disebabkan Hemofilus tipe b,” ungkap menkes.
Selain kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurangnya informasi tentang imunisasi, menkes mengakui kondisi geografis Indonesia juga menjadi tantangan bagi program imunisasi. Pemerintah, katanya, telah menggiatkan program promosi kesehatan dalam rangka penyebarluasan informasi tentang pentingnya imunisasi.
Pada peringatan puncak PID di Indonesia diisi dengan serangkaian kegiatan di antaranya gerak jalan keluarga sehat yang diikuti 5.000 peserta, Sarasehan ‘Pentingnya Imunisasi’ bersama Kak Seto, Ust. Budi Prayitno, dr. Sujatmiko, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dan Dirjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan, dipandu artis Soraya Haque. (tety)
