29.1 C
New York
20/06/2024
Aktual

IKM Harus Siapkan ‘Branding Program’ Hadang Persaingan Global

JAKARTA (Pos Sore)–Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan, hasil produksi produk unggulan berbasis Industri Kecil Menengah  (IKM) diminta menyiapkan ‘banding program’ agar mampu bersaing menembus pasar global.Kementerian Perindustrian sendiri telah mengidentifikasi sentra produksi produk IKM kreatif yang tersebar di 5 daerah di Indonesia seperti, Bali,Yogyakarta,Bandung,Jakarta dan Sumatera Barat  untuk diberikan bantuan restrukturisasi permesinan dan konsultasi pemberian randing melalui SNI.

“Kita juga membantu restrukturisasi permesinan.Tahun ini kita alokasikan sekitar Rp22 miliar untuk itu. Tahun lalu hanya sekitar Rp11 miliar,jadi ada peningkatan. Kita harap kualitas akan lebih meningkat dan bisa bersaing.”

“Seperti pameran produk Bantul yang saya resmikan ini sangat potensial untuk  produk IKM karena sudah ada yang ekspor juga dari Yogyakarta,”ungkap Hidayat di sela Pameran Bantul Expo,di Kementerian Perindustrian,Selasa (15/4).

Hidayat mengungkapkan, industri kreatif yang mampu menembus ekspor seperti mebel, perak dari Yogyakarta tentunya memiliki ciri punya pasar di dalam dan luar negeri.Hanys aja, saat ini produk Bantul yang di ekspor masih melalui Bali.

“Biar saja dulu, nanti kita bereskan, langkah Bantul saat ini membuat branding program bekerjasama dengan Kemenperin.Kami juga mengawal dan membantu penyediaan permesinan.Ini sangat dimunginkan karena menggunakan APBN. Saya banyal berharap dari Bantul.Karena saat ini Yogyakarta tenga membangun airport, industri pasir besi, ditambah bakat besar penduduk mengembagkan industri kreatif sebagai ciri dan identitas bangsa. “Bupati,saya janji bisa pameran setiap tahun. Dirjen bantu memilih porduk unggulan promosi di sini,” ungkap Hidayat dihadapan Bupati Bantul Sri Suryawidati.

Sementara itu Dirjen Indusrtri Kecil Menengah (IKM), Kemenperin,Euis Saedah menambahkan, saat ini pengembangan IKM untuk prpduk perah mash dikuasai perusahaan skala besar.Jika selama ini IKM mengeluhkan masalah permodalan, justru IKM perak tidak demikian. “Mereka malah membutuhkan bantuan konsultasi dan teknologi.

“Kita juga membantu restrukturisasi permesinan.Thin ini kita alokasikan sekitar Rp22 miliar untuk itu. Tahun lalu hanya sekitar Rp11 miliar,jadi ada peningkatan. Kita harap kualitas akan lebih meningkat dan bisa bersaing.”

Pameran ini sendiri digelar 15 – 17 April 2014.Sekitar 48 perajin IKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bantul yang berasal dari Kabupaten/Kota hadir menampilkan produk-produk unggulan terbaiknya.

Hidayat menambahkan,Kemenperin segera membentuk Tim Percepatan Pembangunan agar produk IKM di Kabupaten Bantul dapat tumbuh dan berkembang menjadi kegiatan usaha yang menguntungkan.Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi diharapkan dapat mendorong dan mengupayakan fasilitasi terhadap pengembangan dan pemberdayaan IKM di wilayah Kabupaten Bantul dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dapat disampaikan, Kabupaten Bantul merupakan daerah yang memiliki banyak potensi besar dengan sumber daya alam yang berlimpah, lokasi dan jenis industri yang tersebar di Kabupaten Bantul cukup bervariasi. Jenis industri yang diinventariskan meliputi Industri Logam Mulia, Industri Kimia, Aneka Industri, Industri Hasil Pertanian, dan Kehutanan. (fitri)

Leave a Comment