15.8 C
New York
04/05/2026
AktualEkonomi

Hunian Asri The Angsana Foresthill Sangat Cocok Bagi Milenial, Begini Pesan Wakil Walikota Depok

BOGOR (Pos Sore) — Property bagi kaum milenial kini menjadi satu kebutuhan yang mendasar. Jika dilihat dari trennya, kaum milenial ini umumnya membeli untuk ditempati dan bukan untuk investasi.

Kaum milenial dengan kisaran gaji antara Rp5 juta hingga Rp20 juta per bulan, sudah mulai berpikir tentang hunian. Tuntutannya bukan lagi sekadar bangunan yang kokoh tetapi juga kekinian.

Melihat kebutuhan ini, PT Harmony Land meluncurkan 10 proyek properti sekaligus yang tersebar di Jabodetabek. Peluncuran dipusatkan di The Angsana Foresthill Bojonggede, Bogor, Sabtu 16 Juli 2022.

Peresmian grand launching The Angsana Foresthill oleh Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono. Disaksikan pula oleh notaris Isa Meilia.

CEO Harmony Land Group Fithor Muhammad, menjelaskan, kehadiran The Angsana Foresthill untuk memudahkan masyarakat Indonesia memiliki hunian yang nyaman, aman, dan tentu saja harmoni.

Dikatakan, kebutuhan kaum milenial terhadap hunian yang ideal memang cukup tinggi. Ia melihat pangsa pasar properti di level ini memang masih sangat besar.

Setidaknya dilihat dari banyaknya populasi kaum milenial ini. Jumlahnya jelas cukup besar. Dari sini saja sudah bisa dipastikan mereka membutuhkan ketersediaan rumah dengan berbagai fasilitas penunjang.

“Itu sebabnya, kami optimis 10 proyek property ini akan diminati kaum milenial. Kami bersyukur bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Fithor Muhammad.

Salah satu buktinya pada proyek The Angsana Foresthil yang berlokasi di Bojonggede. Proyek ini sangat diminati oleh kaum milenial dengan jumlah peminat mencapai 500 orang. Meski memang tidak semua aplikasinya disetujui pihak bank.

Angsana Foresthill memiliki tema konsep perumahan nature sensation. Sangat cocok untuk orang-orang yang memiliki kesibukan tinggi yang mendambakan kualitas waktu bersama keluarga.

Perumahan Angsana Foresthill ini dibuat berkonsep cluster. Desainnya menawan dengan optimasi ruang, nature sensation dan tetap menjalin keakraban dengan lingkungan sekitar.

“Kami hadir untuk ikut andil dalam visi pemerintah di G20, yakni recover together – recover stronger di tengah terpaan pandemi Covid-19, resesi ekonomi dan memanasnya situasi global,” kata Fithor.

Fithor menyatakan The Angsana Foresthill memiliki luas lahan 13.000 meter persegi. Sebanyak 108 unit rumah akan dibangun. Tipe rumah 36/72 dengan harga dimulai Rp 400 juta.

Menurut Fithor, Harmony Land Group sebagai developer The Angsana Foresthill memberikan kemudahan bagi milenial yang ingin memiliki rumah. Begitu juga bagi konsumen yang bekerja tidak tetap, namun memiliki kemampuan untuk mencicil rumah.

“Inilah servis kami kepada konsumen. Kami siap membantu untuk memudahkan konsumen memiliki rumah di sini,” paparnya.

Dalam grand launching tersebut Harmony Land Group memberikan dana CSR sebesar Rp 500 juta bagi warga RW 14, Pabuaran, Kabupaten Bogor. Rencananya dana tersebut untuk membuat turap sungai yang melintas di wilayah itu.

Fithor Muhammad menyampaikan proyek properti di bawah naungan Harmony Land Group berupaya untuk memenuhi segala tuntutan dan kebutuhan fasilitas yang diinginkan kaum milenial.

Seperti desain bangunan yang kekinian, fasilitas olahraga, taman, jalan yang memadai, saluran air, lingkungan yang asri, akses transportasi publik yang mudah dan lainnya.

“Setelah mereka melihat maket, mengunjungi lokasi proyek, serta melihat rumah contoh yang kami bangun umumnya mereka tertarik dengan produk properti yang kami tawarkan,” tambahnya.

Ia memastikan konsumen tidak perlu ragu mengenai aspek legalitas properti tersebut. Fithor menyatakan soal perizinan perumahan yang dibangunnya sudah diselesaikan dengan baik.

Pihaknya tidak mungkin berani membangun jika semua perizinan belum lengkap. Semua proyek yang ditangani selalu mengutamakan perizinannya lengkap dulu sehingga tidak ada konsumen yang dirugikan gara-gara kegiatan proyek dihentikan.

“Dalam mengurus berbagai perizinan ini kami bekerjasama dengan Notaris Senior Isa Meilia dari Kantor Notaris Isa Meilia,” sebutnya.

Wakil Walikota Depok Ir. H. Imam Budi Hartono (IBH) menyambut baik 10 proyek property yang dibangun PT Harmony Land Group.

Namun, ia berpesan kepada semua pengembang agar dalam menangani proyek propertinya menerapkan konsep rahmatan lil alamin.

Konsep rahmatan lil alamin ini sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW. Yaitu konsep yang tidak hanya memperhatikan pembangunannya, melainkan juga mahluk hidup di dalamnya.

“Makhluk hidup itu bukan hanya manusia, tapi ada hewan dan tumbuhan. Bagaimana kita tetap menjaga paru-paru dunia, bisa menjaga udara kita tetap bersih dengan konsep tumbuh-tumbuhan yang sangat banyak,” pesannya.

Hal terpenting dari konsep rahmatan lil alamin adalah sistem drainase. Dengan sistem drainase yang baik, dapat mencegah banjir saat musim penghujan.

“Jangan sampai proyek perumahan merusak sistem drainase, apalagi menutup setu yang bisa berakibat banjir,” tandasnya.

Isa Meilia, notaris rekanan Harmony Land Group, menambahkan, persoalan legalitas saat membeli properti menjadi hal yang harus diperhatikan dari developer.

Dengan memenuhi aspel legalitas berarti juga menjaga kepercayaan dan keyakinan konsumen. Selain itu, tentu saja sebagai bagian dari layanan terhadap pelanggan atau konsumen.

“Karena itu, saya optimis minat masyarakat terhadap properti dari Harmony Land cukup tinggi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejatinya kerjasama antara kantor notaris Isa Meilisa dengan Harmony Land Group sudah berjalan selama 6 tahun. Selama itu pula developer Harmony Land sangat menjaga amanah dari calon pelanggannya.

“Kenapa amanah, karena menjunjung tinggi legalitas dan memberikan rumah yang sesuai dengan spek yang dijanjikan,” tegasnya.

Ia pun serasa menemukan partner yang sejalan dan tepat dalam bisnis properti dengan Harmony Land. Ke depannya, Lia akan terus saling support dalam hal kerjasama terkait legalitas properti Harmony Land Group.

Gandeng Bank Syariah
Untuk kelancaran kredit kepemilikan rumah (KPR) PT Harmony Land Group menjalin kerjasama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Alasannya, saat ini ada kecenderungan kalangan milenial yang menginginkan produk perumahan yang dibelinya bisa dicicil dengan cara syariah.

Hal ini diakui oleh Branch Manager BSI KCP Pangkalan Jati 2 Randy Dwi Prasetya. Menurutnya, KPR melalui BSI memiliki sejumlah kelebihan dibanding bank konvensional.

KPR melalui BSI bersifat flat atau besar cicilan tidak dipengaruhi turun naiknya suku bunga bank. Sementara cicilan kredit di bank konvensional bisa saja tiba-tiba meningkat ketika suku bunga bank naik.

Selain itu jika tiba-tiba ingin melunasi sisa cicilannya di tengah jalan, konsumen tinggal membayar sejumlah uang cicilan yang belum dilunasi tanpa memperhitungkan bunga berjalan.

Perumahan The Angsana Foresthill sendiri dikembangkan sejak 2020 berlokasi di Pabuaran, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat. Dibangun di atas area seluas 13 ribu meter persegi.

Dari awal perumahan itu dibangun, masyarakat begitu meminatinya. Setidaknya, terlihat pada semester pertama tahun 2022, sudah ada 40 unit rumah dari 108 unit indent. Artinya sekitar 40 persen sudah sold out.

Selain itu, Harmony Land juga telah menerima kunjungan 500 konsumen untuk kebutuhan survei lapangan dan 309 di antaranya telah booking atau 60 persen dari survei menjadi booking.

The Angsana Foresthill yang berada di pinggiran Kota Depok Bogor tersebut mengusung konsep perumahan nature sensation. Konsep hunian seperti ini sesuai bagi orang-orang yang memiliki kesibukan tinggi yang mendambakan quality time dengan keluarga.

Optimisme itu pun selaras dengan apa yang ditawarkan Harmony Land sebagai sebuah developer bagi konsumennya.

Leave a Comment