POSSORE.ID, Jakarta – Ada suasana berbeda di Indonesia Design District (IDD), PIK 2, pada penghujung perhelatan Indonesia Design Week (IDW) 2025. Deretan karya seni dan desain inovatif terpajang anggun di ruang-ruang galeri, seolah berbicara tentang masa depan industri kreatif Indonesia. Di tengah keramaian itu, rombongan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) hadir, dipimpin langsung oleh Ketua Umum bersama jajaran Pengurus Bidang Desain dan Inovasi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya menyerap inspirasi dan membangun jembatan kolaborasi lintas sektor. HIMKI juga didampingi Dyandra Promosindo, mitra strategis dalam penyelenggaraan pameran, serta Binus Kreativepreneur yang selama ini dikenal konsisten melahirkan generasi baru desainer dan wirausaha kreatif. Kehadiran mereka menambah warna dalam dialog tentang arah desain Indonesia ke depan.
Langkah rombongan HIMKI berlanjut ke Alvin T Gallery dan MM Gallery, dua ruang kurasi utama IDW. Di sana, berjejer karya-karya terpilih dari desainer Indonesia maupun internasional. Setiap karya seakan menyuarakan inovasi, keberanian, sekaligus keunikan identitas. Bagi HIMKI, pengalaman ini memberi penegasan bahwa desain dan inovasi adalah jantung daya saing industri mebel dan kerajinan Indonesia.
“Indonesia Design Week memberi ruang kolaborasi yang penting antara asosiasi, penyelenggara pameran, dan institusi pendidikan. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat agar produk kita tidak hanya berdaya jual, tetapi juga memiliki nilai seni dan cerita yang kuat,” ujar Abdul Sobur, Ketua Umum HIMKI.
Nada serupa datang dari Dyandra Promosindo yang melihat IDW sebagai contoh nyata sinergi lintas sektor. “Kami percaya, pameran bukan hanya etalase produk, tetapi juga ruang bertukar ide. Melalui IDW, kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan platform yang tidak kalah dari level internasional, dan tentu ini menjadi modal penting bagi penyelenggaraan IFEX tahun depan,” ungkap perwakilan Dyandra.
Sementara itu, Binus Kreativepreneur menegaskan pentingnya ruang aktualisasi bagi mahasiswa dan talenta muda. “Anak-anak muda kita memiliki imajinasi yang luar biasa. Dengan hadir di IDW, mereka bisa melihat bagaimana ide dapat diterjemahkan menjadi karya nyata yang punya nilai jual. Inilah pengalaman belajar yang tidak ditemukan di ruang kelas,” kata salah satu perwakilannya.
Momentum penutupan IDW 2025 pada 20 September itu terasa istimewa. HIMKI memaknainya sebagai panggung apresiasi untuk para desainer dan pelaku industri kreatif, sekaligus batu loncatan menuju IFEX 2026 dan kolaborasi-kolaborasi lain di masa depan. Jejaring internasional pun dipandang kian terbuka, mengingat IDW mampu mempertemukan asosiasi, akademisi, pelaku usaha, dan penyelenggara pameran dalam satu ruang dialog kreatif.
Di tengah persaingan global yang kian ketat, HIMKI menyadari bahwa kreativitas, keberlanjutan, dan identitas lokal adalah tiga kunci penting. IDW memberi bukti konkret bahwa ide-ide segar bisa bertemu dengan peluang pasar, dan karya desainer Indonesia mampu menemukan panggung lebih luas.
Tidak hanya itu, IDW juga memberi pengalaman berharga bagi mahasiswa dan talenta muda kreatif. Dengan berinteraksi langsung bersama pelaku industri, mereka belajar memahami tren desain dan arah bisnis masa depan. HIMKI menilai pengalaman semacam ini adalah investasi jangka panjang untuk lahirnya inovator baru di sektor desain dan mebel.
HIMKI pun menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan sinergi dengan berbagai pihak. Dukungan terhadap ajang-ajang desain seperti IDW dianggap sebagai motor penting lahirnya inovasi, yang bukan hanya menguatkan posisi Indonesia di mata dunia, tetapi juga menyiapkan industri kreatif yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. (aryodewo)
