17/04/2026
Daerah

Hilang Kontak, Pesawat ATR Jatuh di Pangkep, 400 SAR Dikerahkan

Illustrasi: Pesawat milik  Indonesia Air Transport (IAT).//Foto: Istimewa

POSSORE.ID, Jakarta – Tak kurang dari 400 personel diterjunkan dalam operasi SAR pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak, Sabtu siang (17/1-26). Lokasi pencarian tertuju ke Gunung Bulusaraung daerah yang diduga termpat terjatuhnya pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) itu.

Komandan Tim SAR Basanas, Andi Sultan, kepada wartawan di Posko Pencarian n mengungkapkan, 400 personil tersebut terdiri dari Tim SAR Gabungan, yang segera menuju Pangkep untuk pencarian di Gunung Bulusarung.

“Kita akan menuju ke Pangkep untuk pencarian di Gunung Bulusaraung. Tapi posko pencarian tetap di sini,” tambahnya.

Posko pencarian pesawat yang hilang tersebut berada di Kampung Panaikang, , Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Di Posko ini sejumlah personel Tim SAR gabungan berkumpul. Terlihat juga sejumlah warga ikut memadati sekitar posko.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogya menegaskan penerbangan pesawat itu sudah melalui prosedur yang tepat.

“Operatornya dari Indonesia Air Transport, tadi pagi memang berangkat dari Bandara Adisutjipto 08.08 WIB take-offnya,” kata General Manager (GM) PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogya, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi dalam keterangannya.

Wibowo Cahyono menyebutkan, pesawat tersebut terbang menuju Kota Makassar, dengan jumlah kru dan penumpang berjumlah 10 orang.

Menurut Wibowo, semua prosedur keberangkatan dan pemeriksaan sudah dilakukan sesuai prosedur.

Cuaca ketika pesawat ATR 42-500 itu melakukan penerbangan, menurut Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, sedikit berawan.

“Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan,” ujarnya.

Dalam penjelasan resmi, Dirjen Perhubungan Udara menybut, pesawat tersebut sempat terdeteksi tidak berada di jalur pendekatan yang seharusnya.

Karenanya, Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) sempat memberikan arahan ulang kepada awak ATR untuk melakukan koreksi posisi.

Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport  itu  melayani rute Yogyakarta–Makassar.  Sabtu (17/1/2026) pukul 15.17 WIT dilaporkan kehilangan kontak.

Versi Basarnas Makassar, berdasarkan data manifes, pesawat tersebut membawa 11 orang saat insiden terjadi.

Jumlah persons on board (POB) terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang. Kru penerbangan yang bertugas yakni Kapten Andy Dahananto selaku pilot, First Officer Yudha Mahardika, serta kru lainnya Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, dan dua awak kabin Florencia Lolita serta Esther Aprilita S.

Sementara itu, tiga penumpang yang tercatat dalam manifes penerbangan masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga.

Pesawat ATR 400 tersebut diduga kehilangan kontak di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya di koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Basarnas Makassar langsung bergerak ke lokasi. (lia)

Leave a Comment