JAKARTA (Pos Sore) — Herbalife Nutrition bersama Kementerian Kesehatan dan NAB Herbalife Nutrition Indonesia Dr Rimbawan menyelenggarakan webinar Bersama Cegah Stunting Melalui Aksi ABCDE, Kamis 27 Oktober 2022.
Webinar ini dalam rangka upaya pencegahan stunting di Indonesia. Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGBI) 2019, sebanyak 27.67% anak Indonesia mengalami stunting atau sekitar 1 dari 4 anak.
Meskipun angka ini sudah turun dari 37.2 % pada 2013, namun tentu kondisi saat ini masih membutuhkan percepatan.
Terlebih, Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 mengamanakan agar stunting bisa diturunkan ke angka 14% pada 2024.
Stunting adalah kondisi ketika balita memiliki tinggi badan di bawah rata-rata akibat asupan gizi yang didapatkan dalam waktu panjang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi, mengatakan, Herbalife Nutrition sangat bangga dapat memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memerangi stunting di Indonesia.
Menurutnya, upaya ini bagian dari komitmen global Herbalife Nutrition melalui kampanye Nutrition for Zero Hunger. Kampanye yang diharapkan dapat mendorong terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih sehat.
Sejatinya, komitmen Herbalife Nutrition dalam menanggulangi stunting di Indonesia dimulai melalui kemitraan antara Herbalife Nutrition dan Herbalife Nutrition Foundation (HNF) dengan Habitat For Humanity Indonesia.
Kemitraan tersebut terkait program pembangunan fasilitas sanitasi sehat, penyediaan akses air bersih dan edukasi kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.
Program ini telah berjalan sejak 2019 dan bermanfaat bagi perubahan gaya hidup yang lebih sehat.
Diharapkan nantinya dapat meningkatkan akses dan kesadaran akan lingkungan yang sehat dan aman. Tentunya juga mengarah pada perubahan pola pikir dan perilaku serta kesejahteraan masyarakat.
“Program ini secara langsung bermanfaat bagi 11.900 orang dan secara tidak langsung bermanfaat bagi 15.350 orang,” kata Andam.
Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan, drg. Widyawati mengatakan stunting menjadi salah satu masalah kesehatan nasional.
Percepatan penurunan stunting menjadi prioritas nasional dalam mewujudkan sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
“Karena itu, perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga tingkat keluarga,” katanya.
Dengan keterlibatan berbagai pihak itu diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.
“Kementerian Kesehatan berfokus pada intervensi spesifik penurunan stunting. Termasuk perbaikan fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta dukungan gizi,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Mulai dari semua sekolah dan pesantren setingkat SMP dan SMA melaksanakan aksi bergizi. Ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali.
Tidak hanya itu. Posyandu juga harus mampu melakukan pemantauan pertumbuhan setiap bulan. Semua kader dari Kemenkes mampu mendeteksi balita dengan perlambatan pertumbuhan.
“Pesan ABCDE dapat disebarluaskan sehingga masyarakat lebih paham bagaimana mencegah stunting,” kata Widyawati
Intervensi Kementerian Kesehatan difokuskan untuk mencegah stunting pada “pesan tematik ABCDE”.
Yaitu Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri seminggu sekali dan Ibu hamil setiap hari minimal 90 tablet selama kehamilan.
Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali. Cukupi konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia di atas 6 bulan.
Datang ke posyandu setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan, dan Ekskusif ASI 6 bulan dilanjutkan hingga usia 2 tahun.
Pemerintah menekankan masalah stunting tidak bisa dianggap sebelah mata. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.
Anggota Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Nutrition Dr. Rimbawan mengatakan upaya dalam mencegah stunting perlu menerapkan prinsip gizi seimbang.
Mulai dari konsumsi makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Juga dengan memperhatikan empat prinsip gizi seimbang, antara lain selalu memperhatikan pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam, menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
