Adapun untuk pilar kebijakan mutu, Indonesia mencatatkan prestasi yang sangat membanggakan dengan menempati peringkat ke-3 dunia.
Peringkat ini mencerminkan bahwa sistem mutu nasional tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga telah menjadi instrumen penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Termasuk pemberdayaan UMKM sebagaimana ditekankan dalam tema WAD 2025. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan kita sudah tepat.
“Ketika akreditasi diletakkan sebagai landasan kepercayaan dan keberterimaan pasar, maka UMKM pun mendapatkan pijakan yang lebih kuat untuk berkembang,” ujar Kristianto.
Memperingati WAD 2025, BSN mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi membangun ekosistem mutu yang lebih inklusif.
Dengan infrastruktur mutu yang semakin kokoh dan diakui dunia, UMKM Indonesia diyakini mampu tumbuh lebih tangguh dan kompetitif.
Menjadikan mutu bukan sekadar tujuan, melainkan fondasi utama dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.
