JAKARTA (Pos Sore) — Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meminta semua pihak untuk saling memperkuat sinergitas menanggulangi ancaman wabah zoonosis yang diketahui dapat terjadi kapan saja dan tergolong sebagai bencana non alam. Bila sudah terjadi, zoonosis akan berdampak besar bagi masyarakat bahkan suatu negara.
“Dengan keterbatasan yang ada, apakah itu peralatan yang minim demikian pula dengan sumber daya manusia yang kita miliki, mari kita tanggulangi zoonosis dengan penuh semangat, hapuskan segala ego sektoral, dan juga bergotong royong. Kita hadirkan negara atas segala kesulitan yang dihadapi masyarakat,” kata Menko PMK dalam sambutannya yang dibacakan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, pada Rakornas Pengendalian Zoonosis 2015, di Jakarta, Kamis (5/11).
Karenanya, Menko PMK meminta kepada seluruh kepala daerah, gubernur dan bupati serta walikota, untuk mendukung program pengendalian zoonosis (penyakit bersumber hewan). Meski tingkat kejadian dan fatalitas zoonosis di Indonesia terus menurun, namun kita semua tetap harus warpada terhadap ancama zoonosis.
Saat ini masih banyak pimpinan daerah, birokrat dan anggota dewan belum memahami jika ancaman zoonosis juga bagian dari isu strategis di tingkat nasional dan global yang erat kaitannya dengan keamanan dan pertahanan.
“Kita semua perlu kerja lebih keras lagi dalam upaya mengendalikan zoonosis. Terutama dalam mengantisipasi, mendeteksi, dan merespon zoonosis, terutama saat ini terjadi peningkatan ancaman zoonosis yaitu Ebola dan MERSCoV,” tandasnya.
Dua jenis penyakit ini memiliki dampak multi aspek penyakit. Efek itu, mulai dari banyaknya rakyat sakit, menurunnya daya saing pasar global, munculnya ribuan korban jiwa, hingga menurunnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintah.
Itulah sebabnya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus dibangun, mulai dari sistem kepemerintahan yang terdepan yaitu desa hingga pemerintah pusat, sistem pencegahan di perbatasan darat, laut dan udara sebagai gerbang masuk negara.
Ancaman ini semakin nyata mengingat masyarakat kita kerap berinteraksi dengan hewan, baik hewan ternak, peliharaan maupun liar. Melihat karakter ancaman dan dampak yang dapat ditimbulkan dalam kondisi darurat zoonosis, maka informasi menjadi kunci untuk melaksanakan respon terhadap suatu kejadian zoonosis.
Zoonosis adalah jenis penyakit bersifat menular yang sebagian besar bersifat akut dan fatal bagi manusia yang bersumber pada hewan. Penyakit atau infeksi yang secara alami ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Di antaranya flu burung, rabies, leptospirosis (penyakit akibat bakteri leptospira), dan antraks. (tety)
