17 C
New York
19/04/2026
AktualKesraNasional

HAN 2020, Giwo Rubianto: Jadikan Momentum Tingkatkan Perlindungan Anak

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Pita Putih Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo, menegaskan, Hari Anak Nasional yang diperingati di tengah pandemi Covid-19 harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa Indonesia, baik itu orang tua, keluarga, masyarakat, para stakeholder dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Peringatan Hari Anak Nasional momen kepedulian bangsa atas perlindungan anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak,” kata Giwo dalam webinar “Menuju Anak Berkualitas Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi COVID-19” di Jakarta, Sabtu (25/7/2020)

Seminar yang diadakan Pita Putih Indonesia Tingkat Pusat bekerjasama dengan Pita Putih Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama dengan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender dan Anak Indonesia (ASWGI), ini juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuam dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Menurutnya, upaya tersebut akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul, berdaya saing dan mumpuni dalam masa pandemi Covid-19. Meski berada dalam masa pandemi, tetapi keadaan memprihatinkan itu diharapkan dapat dijadikan momentum bahwa keluarga adalah lembaga pertama dan utama dalam perlindungan anak.

“Anak merupakan aset bangsa, dan benih harapan untuk masa depan. Karena itu, penting untuk dibina dan diberikan perlindungan serta diperhatikan kesehatannya,” ujar dia.

Giwo menyadari menjaga anak dari ancaman dan penyakit bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena itu, pemangku kepentingan, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama, saling bahu membahu untuk menjalankan pekerjaan tersebut.

Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, lanjutnya, seluruh lapisan masyarakat dituntut untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, tak terkecuali anak-anak. Karena itu, perlu adanya pemahaman sinergi antara kebijakan dan layanan kesehatan serta mengaktifkan gerakan hak-hak ibu, bayi baru lahir dan anak.

“Dan itu yang dilakukan PPI dengan menjalankan visinya melalui pendekatan agar semua perempuan dan anak perempuan menyadari atas hak-haknya dalam kesehatan yang berkualitas serta melengkapi perempuan sebagai agen perubahan dalam menghadapi pandemi dan menjalani masa adaptasi kebiasaan baru dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan anak,” terangnya.

Giwo menekankan pentingnya komunikasi, informasi dan edukasi, serta advokasi kepada masyarakat dan pemangku jabatan yang diawali dengan edukasi kepada remaja sebagai calon ibu dan ayah tentang pentingnya gizi serta berperilaku hidup bersih dan sehat dalam mempersiapkan kelak menjadi ibu hamil.

Advokasi itu juga telah dilakukan kepada pemangku jabatan Kementerian Agama dan lintas kementerian, dengan menekankan pentingnya persiapan calon pengantin baik mental maupun fisik dengan menyampaikan bahwa anemia pada ibu hamil dapat dicegah dimulai pada saat persiapan calon pengantin.

Menitikberatkan kepada prakonsepsi sebagai awal bakal pembentukan janin untuk persiapan kehamilan, dalam hal ini pentingnya 1000HPK (Hari Pertama Kehidupan) yang diawali dari terbentuknya janin hingga sampai sang anak berusia 2 tahun.

“Harus dipahami dan diketahui betapa pentingnya asupan gizi yang seimbang dan beragam untuk melampaui golden period 1000 HPK agar dapat melahirkan bayi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.

Giwo berharap dengan mengikuti webinar ini dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat, serta terus memotivasi diri agar tak lelah menjadi garda terdepan bagi keluarga, menjaga keluarga, dan melaksanakan peran penting ibu dalam menjaga, melindungi kesehatan dan mendidik penerus bangsa Indonesia selama masa pandemi Covid-19 dan masa adaptasi kebiasaan baru.

Pita Putih Indonesia (PPI) sendiri didirikan pada 1999 oleh MNH-USAID, didukung oleh 40 organisasi masyarakat lainnya dan direvitalisasi pada 2002, dengan visi mewujudkan keselamatan dan kesehatan Ibu hamil, melahirkan, nifas serta bayi baru lahir dan anak.

Walaupun tidak semuanya aktif, tetapi sejak tahun 2002 sampai sekarang telah tercatat terbentuknya PPI di 28 provinsi dan lebih dari 60 kabupaten. Pita Putih Indonesia merupakan salah satu dari 152 negara yang tergabung dalam The White Ribbon Alliance/WRA for Safe Motherhood yang mengusung motto Healthy Women, Healthy World.

Bersama The White Ribbon Alliance, Pita Putih Indonesia menyatukan individu, organisasi, dan masyarakat yang bervisi misi sama untuk bekerjasama dalam mengupayakan agar semua perempuan dan anak perempuan menyadari hak mereka atas kesehatan yang berkualitas dan mengaktifkan pergerakan masyarakat untuk kesehatan dan hak-hak reproduksi , ibu dan bayi baru lahir.

Terlebih lagi, pada 2019 di September, The White Ribbon Alliance memberikan penghargaan kepada Pita Putih Indonesia atas pengabdiannya selama menjadi member of National Coordinator Alliance yang telah dijalani dari tahun 2016-2019 serta sebagai apresiasi atas keberhasilan kiprahnya selama ini. (tety)

Leave a Comment