JAKARTA (Pos Sore) — Menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean pada akhir 2015, persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat. Karena itu, kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi syarat mutlak untuk meningkatkan daya saing.
Karenanya, memasuki usia ke-55, pada Lustrum XI LIA mengambil tema ‘LIA for Indonesia, a small contribution in welcoming AEC 2015’. Tema ini dinilai sangat tepat untuk merefleksikan kontribusi LIA di dalam mempersiapkan sumber daya manusia.
“Berkontribusi dalam menciptakan dayasaing lebih dan yang berpikiran global tetapi tetap mencintai budaya lokal,” kata Managing Director Lembaga Bahasa Pendidikan Profesional LIA, Luz S. Ismail, di Jakarta, Minggu (28/9), usai ditemui pada kegiatan LIA Fun Walk 2014.
Sukma Ginting, Public Relations Manager LIA, menambahkan, berbagai kegiatan pun diadakan. Antara lain, bakti sosial pada awal September 2014 di kota Cirebon, dengan memberikan bantuan berupa tanaman dalam pot, perbaikan fasilitas lapangan basket, papan mading dan sound system.
“Selain itu, ziarah ke TMP Kalibata, lomba siswa berupa comics bubble dan speech contest, juga lomba antarkaryawan, serta liason officer training bagi siswa LIA,” tambahnya.
Yayasan LIA sendiri berawal dari Lembaga Indonesia Amerika (LIA), yang berubah menjadi Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA). Sejak 1986, LIA sudah menjadi nama resmi, bukan singkatan lagi, dan sepenuhnya dikelola oleh tenaga-tenaga profesional Indonesia. LIA kini memiliki 70.000 siswa (per-triwulan) di 67 gerai yang ada di 18 propinsi di Indonesia. (tety)
