14.9 C
New York
25/04/2026
AktualEkonomi

Giwo Rubianto: Kowani Fair 2015 Tumbuhkan Semangat Kewirausahaan

JAKARTA (Pos Sore) – Penerapan Masyarakat Ekonomi Asean sudah di depan mata. Siap tidak siap kita harus menghadapi pasar global yang lebih besar lagi. Untuk menghadapi itu semua, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, menilai, kita perlu membangun spirit dan menumbuhkan semangat enterpreneurship serta kemandirian ekonomi perempuan di Indonesia yang produktif, inovatif, competitif dan berdayasaing unggul.

Menurutnya, peluang ke arah itu masih sangat besar. Terlebih Indonesia memiliki jutaan kearifan lokal yang belum dimanfaatkan sebagai produk unggulan. Meski memang masih sangat tradisional dan belum dikelola secara ‘modern’.

“Saya pastikan kita akan mampu merebut pasar dengan mantap bila kita bersatu dan terpadu serta dikelola secara professional diserta iinovasi yang brilian,” tegasnya , di sela Kowani Fair 205 bertema bertema ‘Memperkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan Dalam memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)’, di gedung Smesco UKM/RumahKU (Rumahnya Koperasi dan UKM), Kamis (21/5), yang dibuka resmi oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yambise.

Jika dibandingkan jumlah wirausaha antar negara di tingkat Asean, Indonesia memang masih sedikit. Bandingkan negara lain di Asia Tenggara (ASEAN). Singapura masih menjadi yang terdepan dalam mencetak pengusaha di negara ASEAN. Di Singapura, jumlahpengusaha sudah mencapai 7% (dari jumlah penduduk), Malaysia 5%, Thailand 3%, sedangkan di Indonesia yang jumlah penduduknya besar hanya 1,65%.

Karenanya, melalui even Kowani Fair 2015, pelaku UKM, terutama organisasi anggota Kowani, terus melakukan terobosan, menciptakan karya dan inovasi-inovasi baru yang dapat mendukung bangkitnya perekonomian masyarakat. Utamanya dalam hal menarik penanaman investasi baik dari dalam (PMDN) maupun luar negeri (PMA) dan pengembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Dengan cara seperti itu, kita mampu bertahan dan berkompetisi terhadap persaingan ekonomi global menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), bahkan pada gilirannya mampu unggul dan menguasai pasar domestik dan global. Peluang itu sangat terbuka lebar,” tegas penyuka hewan kura-kura ini.

Giwo menambahkan, even Kowani Fair ini juga sebagai upaya membangun rasa cinta produk dalam negeri. Karena dengan cinta produk dalam negeri, kita juga member pemasukan dan perkuatan atau pemberdayaan kepada para produsen lokal yang mempunyai efek domino sampai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

“Dengan demikian, kita harus memicu wirausaha Indonesia untuk lebih kreatif, inovatif dan produktif untuk mewujudkan Indonesia yang besar, berperadaban kuat dan kualitas kemandirian ekonomi bangsanya semakin meningkat,” tandasnya.

Yang perlu diingat, pengakuan dunia terhadap warisan budaya Indonesia, seperti batik, wayang kulit, keris, angklung, tari saman, noken dan lain-lain harus juga terus didengungkan oelh kita. Memperkenalkannya ke anak-anak kita sebaga igenerasi penerus bangsa untuk tetap mengenal budaya-budaya warisan. Kita juga perlu menghormati dan melestarikan budaya para leluhur kita sebagai kearifan lokal yang abad idan lestari.

Dalam kesempatan itu, ditandatangani nota kesepahamanan antara Kowani dengan Badan POM, serta Kowani dengan Bank Panin. Tujuan umum penandatanganan nota kesepahaman tersebut adalah wujud komitmen Kowan ibersama mitra kerja dalam pembangunan Indonesia, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. (tety)

Leave a Comment